Beranda News Bandarlampung Proyek Bermasalah, FMPM Al-Anwar Laporkan Kontraktor ke Kejati dan KPK

Proyek Bermasalah, FMPM Al-Anwar Laporkan Kontraktor ke Kejati dan KPK

901
BERBAGI
Renovasi plafon atap yang belum selesai di Masjid Al-Anwar, Telukbetung, Bandarlampung.

Teraslampung.com—-Proyek Renovasi Masjid  Al-Anwar diduga bermasalah. Banyak  penyimpangan terjadi, mulai dari tiga kontraktor yang berganti-ganti  sampai dengan hasil pengerjaan bangunan yang abal-abal. Forum Masyarakat Penyelamat Masjid Al-Anwar melaporkan masalah ini ke Kejati dan KPK.

Menurut Irfandi   dari Forum Masyarakat Penyelamat Masjid  (FMPM) Al Anwar renovasi ini merupakan  musibah dari apa yang dialami Masjid  Al Anwar. Pembahasan kedepan bagaimana nasib dari salah satu masjid tertua yang ada diprovinsi Lampung.

“Awalnya saya bahagia terhadap pembangunan masjid ini, Tetapi kebahagiaan ini  menjadi kekecewaan, karena renovasi pembangunan yang ngaco, ngawur, ngelantur karena sudah salah konstruksi. Masa ada atap gak disarungi sampe bocor-bocor gini atapnya ,”kata Irfandi Ketua Forum Masjid Al Anwar.

Dia mengatakan Forum terbentuk pada 6 Desember . Pada  12 Desember , forum  direspon baik oleh bapak Camat TBS. Dimulai dari sana kita investigasi, dimulai dari siapa kontaktornya, karena pemrov tidak pernah memberi tahu siapa kontraktor ini. Kemudian tanggal 16 Desember  baru keluar plang nama setelah menghadap ke biro perlengkapan. ternyata terbukti bahwa proyek ini benar ada tetapi pengerjaannya abal-abal dan sangat merugikan masyarakat Pesawahan, karena pengerjaannya tidak sesuai dengan ketentuan plang yang ada.

“Saya katakan PT yang dipakai PT abal-abal, karena izin nya mati.sampai hari ini mereka(pihak PT) tidak komentar atas perkataan saya” tegasnya.

Diceritakan  lagi pada tanggal 12 Desember  ada kesepakatan bahwa bentuk Masjid Al Anwar tidak dirubah, dan ternyata dirubah. Atas dasar ini  , kami melaporkan persoalan ini ke kejaksaan tinggi dan  KPK serta  kami tidak ingin berdamai.

“Proyek ini bermasalah, Kalau mau maling-maling, ini masjid rumah Allah yang dibangun dengan keimanan dan takwa, jangan di masjidlah . Kalau mau ambil ujung, jalan atau yang lain terserah, kami akan menuntut pemda provinsi secara perdata dan kedepan kita akan bekerja sama dengan LBH,” jelasnya.

Ahmad Zaini selaku tokoh masyarakat pesawahan TBS, Masyarakat Kelurahan Pesawahan. Mengatakan  renovasi ini untuk kepentingan masjid kita yang penuh sejarah , jadi  harus kita jaga, lindungi,sedih dan mirip karena merusak tatanan masjid. Kita pikirkan bagaimana kedepan.

Masjid  Al-Anwar dibangun pada tahun 1826 kemudian karena meletusnya Gunung Krakatau, Masjid Jami Al anwar dibangun kembali pada tagu 1883-1888,dan sampai sekarang tahun 2014. Dengan adanya kejadian ini Ahli wakaf mungkin menangis.

Seharusnya sebelum perbaikan dilakukan musyawarah terlebih dahulu kepada  jamaah, masyarakat, walikota, gubernur karena ini merupakan majid ini adalah  aset Provinsi Lampung dan tentang sejarah karena masjid merupakan tugas umat islam untuk menjaga dan merawatnya.

“Kedepannya diharapkan dikembalikan barang-barang wakaf dari masjid seperti kayu yang sudah berumur 200 tahun Dan meminta bantuan dari aparat setempat,”ujarnya kemudian. (Arif)

Loading...