Beranda Ekbis Bisnis Proyek Investasi MP3EI 2014 Ditargetkan Rp 2.000 Triliun

Proyek Investasi MP3EI 2014 Ditargetkan Rp 2.000 Triliun

165
BERBAGI

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Proyek investasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.  Hal tersebut meningkat jika dibandingkan investasi pada tahun 2011 dan 2012 sebesar Rp500 triliun.

Proyek investasi senilai Rp2.000 triliun tersebut akan dicek satu persatu untuk mengetahui apa yang menjadi hambatan. Sejumlah hambatan utama proses realisasinya menurutnya terkait dengan tumpang tindih lahan kehutanan dengan izin usaha pertambangan, pembebasan lahan, serta penundaan finansial.

Sejak diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2011 hingga Juli 2013 total nilai investasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) telah mencapai Rp647,462 triliun.

Dari keseluruhan laporan tim menunjukkan bahwa tolal investasi untuk sector rill dan infrastruktur diluar SDM IPTEK adalah Rp647,462 triliun yang terdiri atas koridor enam koridor.

Berdasarkan data Kementerian Perekonomian total proyek MP3EI yang telah groundbreaking sampai Juli 2013 sebanyak  240 proyek dengan nilai investasi Rp647,462 triliun. Dimana 94 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp364,458 triliun berasal dari sektor rill dan 146 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp283,004 triliun.

Investasi Rp647,462 triliun itu berasal  dari empat investor yakni BUMN dengan total  proyek 60 dan nilai investasi Rp173,368 triliun, Swasta dengan total proyek 69 dan nilai investasi  Rp231,881 triliun, pemerintah dengan total proyek 79 dan nilai investasi Rp99,086 miliar dan campuran dengan total proyek 32 dengan nilai investasi Rp143,126 triliun.

Sementara bila berdasarkan sektor, BUMN masih tetap tertinggi investasi di sector infrastruktur dimana investasi BUMN sebesar Rp100,561 triliun dengan 31 proyek.  Disusul investasi pemerintah sebesar Rp9,908 triliun dengan 79 proyek, dan swasta sebesar Rp14,066 triliun dengan 8 proyek.

Pihak swasta umunya lebih membagun yang berkaitan dengan sektor riil.  Pada sektor rill pihak swasta investasinya mencapai Rp217,815 triliun dengan 61 proyek sementara BUMN investasinya sebesar Rp72,807 triliun dengan investasi 29 proyek. (Setkab/DBS)

Loading...