Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Proyek Jalan di Desa Pekurun Utara Dilanjutkan

Proyek Jalan di Desa Pekurun Utara Dilanjutkan

126
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

Proyek jalan di Desa Pekurun Utara, Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara yang sempat terbengkelai. 

KOTABUMI–Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan‎ Pemerintahan Desa (BMPD) Lampung Utara, Wahab menyatakan bahwa pembangunan proyek jalan ‘bermasalah’ di Desa Pekurun Utara, Abung Tengah telah kembali dilanjutkan oleh tim pengelola kegiatan di Desa tersebut.

“Rabu kemarin, Kabid (Kepala Bidang) Sosial Budaya BPMPD dan lainnya telah meninjau lokasi tersebut. Ternyata sudah ada perkembangan‎ sesuai instruksi Pak Sekda (Sekretaris Daerah),” kata Wahab, di kantornya, Senin (25/5).

‎Perkembangan yang dimaksud, kata Wahab, ialah telah masuknya sejumlah material yang selama ini menjadi penghambat utama tak selesainya pengerjaan jalan dimaksud sehingga terpaksa ‘terhenti’ sementara waktu. “Material sudah dikirimkan oleh pemasok ke Desa itu,” terangnya.

Sementara mengenai tak adanya pemeriksaan langsung ke seluruh Desa atau Kecamatan penerima Program Nasional Pemberdayaan Ma syarakat Pola Khusus Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)‎ ‎yang hendak mengajukan pencairan anggaran kegiatan proyek MP3KI, Wahab mengakui terdapat kelalaian yang dilakukan bawahannya. Sebab, bawahannya terlalu mempercayai laporan – laporan yang diajukan tim pengelola kegiatan MP3Ki tanpa meninjau lokasi terlebih dahulu.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa sejatinya tanggung jawab pengawasan atau peninjauan proyek – proyek MP3KI di seluruh Kecamatan atau Desa bukan tanggung jawab pihaknya melainkan tanggung jawab Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampura. Lantaran dana Administrasi Pembinaan (AP) untuk MP3KI ada di Bappeda Lampura.

“Tanggung jawab monitoring (pemeriksaan) lapangan itu sebenarnya tanggung jawab Bidang Sosbud Bappeda. Karena AP‎-nya ada di situ,” papar dia.

Sebelumnya, meski telah jelas melanggar aturan, Pemkab Lampura masih memberikan toleransi waktu bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek jalan ‘bermasalah’ di Desa Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah.

“Hasil pertemuan dengan pak Sekda (Sekkab) dengan Tim MP3KI ‎Abung Tengah, mereka (Tim) diberikan waktu seminggu untuk melaporkan perkembangan proyek jalan itu,” kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lampura, Wahab‎ usai pertemuan tersebut, di pelataran parkir kantor Pemkab.‎

Namun menurut Wahab, Pemkab belum memberikan batas waktu hingga kapan pengerjaan itu harus selesai meski secara aturan telah melanggar.

“Ini bukan batas waktu pekerjaan harus selesai. Pak Sekda inginkan harus ada progress/perkembangan dulu dari pekerjaan itu dalam seminggu ini,” terangnya.

Wahab juga mengatakan, pihak pemasok material dalam proyek MP3KI ini tidak hadir dalam pertemuan penting tersebut meski kehadirannya sangat diharapkan. Masih menurut Wahab, salah satu pemasok material itu bernama Ano Wahyudi yang tak lain kakaknya anggota DPRD Lampura, Rafless. Terkait ketidakhadiran pihak pemasok, masih kata Wahab, pimpinannya menginstrusikan untuk melaporkan pihak pemasok material jika masih tak mau menyelesaikan tugasnya dalam rentang waktu sepekan ini.

“Pak Sekda juga sudah perintahkan, suruh laporkan kalau tidak ada perkembangan dalam waktu seminggu ini. Apakah ada niat baik atau tidak, ya kita tunggu seminggu ini,” sergah mantan pejabat Way Kanan tersebut.

Di tempat yang sama, ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Abung Tengah, Triyono membenarkan bahwa Pemkab tak memberikan batas waktu pengerjaan jalan ‘bermasalah’ tersebut meski telah melanggar aturan. Pihaknya hanya diberikan waktu untuk segera memulai perbaikan jalan itu dalam waktu sepekan ini.

“Tidak ada batas waktu. Kita cuma diberikan waktu seminggu ini untuk memulai pekerjaan itu dan melaporkannya kembali kepada Pak Sekda,” kata dia.

Triyono membenarkan bahwa salah satu pemasok material yang bernama Ano merupakan kakak Rafless Yang berprofesi sebagai anggota DPRD Lampura. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa besaran dana untuk pengadaan material yang mencapai Rp.170 juta telah diberikan seluruhnya kepada pihak pemasok.

“Kalau nanti material sudah nyampe, pasti mulai kami kerjakan,” ‎kilahnya.

Diketahui, meski telah melewati batas waktu yang ditentukan, pembangunan jalan Desa Pekurun Utara yang menghubungkan lima dusun masih belum selesai dikerjakan. Bahkan, tahapan pekerjaannya baru mencapai sekitar 25 persen. Penyebabnya, material bebatuan yang sedianya dipasok oleh pemasok hanya cukup untuk panjang jalan sekitar 475 meter saja.

Parahnya lagi, jalan yang baru dikerjakan sekitar 25 persen itu disinyalir tak sesuai standar. ‎Hal ini terlihat dari tak adanya pasir di bawah bebatuan jalan yang dibangun. Tak hanya itu, luas jalan juga diduga mengalami penyusunan dari 2,5 meter menjadi 2,3 meter. Akibat buruknya kualitas jalan itu, warga lima Dusun enggan melintasi jalan tersebut karena berbahaya terutama saat hujan.

Loading...