Beranda Teras Berita Proyek Jalan Senilai Rp 10 M Diduga Bermasalah, Warga Waykanan Lapor...

Proyek Jalan Senilai Rp 10 M Diduga Bermasalah, Warga Waykanan Lapor Polda Lampung

570
BERBAGI
Mahadi (kanan) dan  dan Imam  saat melaporkan kasus proyek jalan, di Gara Jurnalis Polda Lampung, Selasa (2/6).
Mahadi (kanan) dan  dan Imam  saat melaporkan kasus proyek jalan, di Gara Jurnalis Polda Lampung, Selasa (2/6).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Mahadi (kanan) dan  dan Imam  saat melaporkan kasus proyek jalan, di Gara Jurnalis Polda Lampung, Selasa (2/6).

BANDARLAMPUNG–Dua warga Balambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Mahadi (57) dan Imam (53) mengadukan dugaan adanya praktik mark-up proyek peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar yang diduga dilakukan oleh PT Lampung Persada ke Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polda Lampung, Selasa (2/6) siang.

“PT tersebut mengerjakan sekaligus tiga paket pengerjaan tambal sulam, di Way Kanan. Pekerjaan itu diduga banyak sekali kerugian negara dan masyarakat sudah dibodohi. Oleh sebab itu, saya sebagai warga langsung melapor ke Polda Lampung,”kata Mahadi kepada wartawan saat di Graha Jurnalis Polda Lampung, Selasa (2/6) siang.

Dia menduga, dalam proyek pengerjaan jalan yang bernilai puluhan milayar tersebut sarat akan mark-up anggaran yang diduga dilakukan oleh PT Lampung Persada.

Menurutnya, pekerjaan dengan nama peningkatan jalan dengan jenis pekerjaan tambal sulam jalan yang rusak di dua dari tiga jalan yakni, Jalan di wilayah Pakuon Ratu, Kabupaten Way Kanan, bernilai Rp. 4,4 miliar dan Blambangan Umpu Simpang Empat bernilai Rp. 5,6 miliar diduga tidak sesuai dengan volume dan anggaran yang di habiskan.

“Memang pekerjaan jalan itu saat ini sudah selesai, namun faktanya dilapangan dari belasan kilo meter yang harus di kerjakan sesuai dengan yang tertera pada proyek ternyata jika dihitung secara gelobal atau menyeluruh hanya sekitar 300 meter saja yang di kerjakan. Sementara sisanya kemana kok gak jelas,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dia beranggapan dalam pengerjaan proyek jalan tersebut ada rekayasa dan persekongkolan antara PT Lampung Persada dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Way Kanan.

“Saya sudah memberikan dua berkas penemuan data pengerjaan dua dari tiga jalan itu ke penyedik dan kami berharap petugas Polda Lampung segera menyelidiki dan mengungkap kasus ini. Jika penyidik membutuhkan saya untuk menunjukan fakta dan menghitung nilai pekerjaan saya siap,”tegasnya.

Loading...