Beranda News Nasional Proyek Kereta Trans Sumatera Perlu Dana Rp 41,1 T

Proyek Kereta Trans Sumatera Perlu Dana Rp 41,1 T

179
BERBAGI
Stasiun Tanjungkarang. (dok Syamsu Rizal Mukhtar)

JAKARTA, Teraslampung,com–Presiden Joko Widodo bertekad mulai Maret 2015 nanti dia akan menggenjot pembangunan infrastruktur kereta di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya, kereta trans Sumatera.

Namun, untuk melaksanakan keinginan tersebut, Jokowi dihadapkan pada masalah besar. Salah satunya, berkaitan dengan kebutuhan dana. Dedy S Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan, kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membangun jalur kereta api di tanah Sumatera mencapai Rp 41,1 triliun.

Total kebutuhan anggaran tersebut pun belum termasuk dengan anggaran yang diperlukan untuk pembebasan lahan. Dedy juga mengatakan kebutuhan anggaran Rp 41,1 triliun tersebut juga baru bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kereta trans Sumatera Prioritas I yang rencananya akan berjalan selama lima tahun ke depan.

“Prioritas I itu menyambungkan dulu, di Aceh, Medan, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan itu kan sudah ada, prioritas pertama itu akan menyambungkan itu dulu,” kata Dedy akhir pekan.

Dedy mengatakan, walaupun hanya bersifat menyambungkan jalur saja, infrastruktur yang harus dibangun masih mencapai 1377 kilometer. Panjang lintasan tersebut antara lain terdiri dari jalur Bireun- Lhokseumawe yang mencapai 65 kilometer, Langsa – Besitang sepanjang 248 kilometer dan Ranta Prapat- Duri- Dumai sepanjang 249 kilometer.

Selain itu, jalur lain yang juga akan din adalah jalur Duri- Pekabaru sepanjang 90 kilometer, Pekanbaru- Rengat- Jambi sepanjang 350 kilometer, Jambi- Betung- Palembang sepanjang218 kilometer, Simpang Tanjung- Bagansiapiapi sepanjang 87 kilometer dan Tarahan Bakaheuni sepanjang 70 kilometer.

Dedy mengatakan walaupun terbentur dana, agar cita- cita membangun jalur kereta Sumatera tersebut bisa terlaksana, pemerrintah mulai bergerak. Mereka sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan diajukan melalui APBN- P 2015.

“Anggaran itu diperlukan untuk review basic design, karena basic designnya sudah lama,” kata Dedy.

sumber: kontan,co.id