Proyek Pengadaan Seragam SMP dan SMA/SMK Senilai Rp20 Miliar Masih “Mak Jelas”

  • Bagikan
Seragam SMP (dok/Ist)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Pengadaan baju seragam sekolah untuk para siswa SMP dan SMA/SMA program Bina Lingkungan (Biling) di Kota Bandarlampung menjadi sorotan para anggota DPRD.

Pengadaan seragam dengan anggaran sebesar Rp 20 miliar itu hingga kini belum ada tanda-tanda akan segera beres. Alasannya, proses pengukuran baju tidak berjalan lancar. Padahal, pengukuran baju sudah berlangsung sejak  Juni 2014 lalu.

 “Kepala Dinas Pendidikan harus segera menindaklanjuti persoalan ini. Pengukuran itu kan sejak Juni 2014 lalu. Ini sudah November, kok seragamnya belum sampai ke siswa?” ujar anggota Komisi IV Imam Santoso,Minggu (9/11).

Imam mengatakan, keterlambatan tersebut tidak bisa dibiarkan karena akan menghambat program Pemkot Bandarlampung dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tapis Berseri.

“Biling itu kan program Pemkot Bandarlampung. Jika tidak ada kejelasan seperti ini, sama saja Dinas Pendidikan menghambat program pemerintah,” kata Ketua Badan Legislasi DPRD ini.

Menurut Imam, Komisi IV  telah mengagendakan memanggil seluruh kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-bandarlampung guna membahas persoalan tersebut.

“Senin besok agenda kita dengan MKKS SMP. Pada Rabu  dengan MKKS SMU/SMK. Selain masalah seragam biling, kami juga akan membahas tentang bagaimana peningkatan kualitas pendidikan di kota bandarlampung ini,”tandasnya.

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Bandarlampung Riyuzen Praza Tuala saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Ia berdalih jika persoalan tersebut sedang ditangani oleh Kabid Perlengkapan Ahmad Husni.

“Jangan tanya saya. Itu yang tahu Husni,”ujarnya.

Sementara Ahmad Husni saat dikonfirmasi mengakui bahwa seragam tersebut belum dibagikan kepada siswa biling dengan alasan keterlambatan dari pihak rekanan.

“Memang belum dibagiikan, karena rekanan belum menyelesaikannya,” kata Husni.

Baju seragam untuk siswa Biling tersebut, kata Husni, menelan anggaran Rp20 miliar dan merupakan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang pengerjaanya telah lama ditenderkan.
“Anggarannya Rp20 miliar. Proyek dikerjakan sejak Juni 2014 lalu. Nama perusahaannya saya lupa,” katanya.

Rizki/Mas Alina

  • Bagikan