Proyek Rehabilitasi SMA Wiyata Karya Kotabumi Diduga Langgar Aturan

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com


Proyek rehabulitasi SMA Wiyata Karya Kotabumi belum rampung hingga Januari 2015. 



KOTABUMI–Proyek rehabilitasi bangunan SMA Wiyata Karya Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) terindikasi kuat melanggar ketentuan.Rehab fisik yang menyedot anggaran sebesar Rp.230 juta itu masih belum rampung dikerjakan hingga batas waktu yakni tanggal 31 Desember.

Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Lampung Utara (Lampura), Yustian menyatakan bahwa seluruh kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) termasuk DAK pendidikan tahun 2014 harus telah selesai paling lambat tanggal 31 Desember 2014.

“Tanggal 31 Desember 2014 (Semua kegiatan yang bersumber dari DAK) harus sudah selesai karena uang sudah diambil,” tegas dia, baru – baru ini.

Menurutnya, jika terdapat kegiatan yang bersumber dari DAK yang masih belum selesai pada tanggal 31 Desember 2014 silam, maka hal itu merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari instansi masing – masing selaku pengguna anggaran. Lantaran menurutnya, peranan pihaknya dalam DAK hanya sebatas penyaluran anggaran kepada masing – masing instansi. (Jika masih ada pekerjaan rehab sekolah yang belum selesai) Pertangggungjawaban terakhir (ada) di Diknas (Dinas Pendidikan),” terangnya. (Baca: Payah, Kinerja Diknas Lampura dalam Awasi Proyek DAK).

Sebelumnya, akibat kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Lampura yang terbilang payah dalam mengawasi pengerjaan rehab sekolah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014, terdapat sebuah sekolah yang belum selesai proses rehabnya hingga kini.

Sekolah dimaksud yakni SMA Wiyata Karya (WK), Kotabumi yang berada di Jalan Ganesha, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura. Padahal, jika merunut peraturan yang ada, proses setiap pengerjaan rehab fisik sekolah harus selesai pada tahun yang berjalan atau dalam kasus ini, harus selesai pada akhir tahun 2014 atau hingga 31 Desember 2014.

Kepala Bidang Perencanaan Disdik Lampura, Kasim ketika ditemui di rumah makan Taruko II, tak menyangkal bahwasannya proses rehab fisik SMA WK masih belum rampung hingga kini. Menurutnya, pihaknya juga sempat mendatangi sekolah dimaksud dan memberikan teguran langsung kepada Kepala Sekolah itu.

“Sudah kami kasih teguran langsung (kepada Kepala Sekolah) dua hari lalu. Alasan sekolah, kurang pekerjanya,” katanya.

Ia membenarkan, seyogyanya seluruh pengerjaan rehab fisik sekolah yang bersumber dari DAK tahun 2014 selesai dikerjakan paling lambat tanggal 31 Desember 2014. “Harusnya memang selesai tanggal 31 Desember (sesuai dengan aturan),” tutur Kasim.

  • Bagikan