Beranda Hukum Psikiater Sebut Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid Alami Gangguan Jiwa

Psikiater Sebut Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid Alami Gangguan Jiwa

181
BERBAGI
Dokter dan psikiatri Rumah Sakit Polri Kramatjati menjelaskan pemeriksaan awal perempuan bernama SM, 52 tahun, yang marah-marah di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi
Dokter dan psikiatri Rumah Sakit Polri Kramatjati menjelaskan pemeriksaan awal perempuan bernama SM, 52 tahun, yang marah-marah di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

TERASLAMPUNG.COM — Psikiater Rumah Marzuki Mahdi Bogor, dr. Lahargo, menyatakan SM (52 tahun), wanita pembawa anjing masuk masjid di Sentul, Bogor, beberapa hari lalu, telah lama menderita gangguan kejiwaan. Lahargo mengaku telah memeriksa SM, perempuan berusia 52 tahun itu sejak 2013.

“Secara umum yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan,” kata Lahargo di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu, 3 Juli 2019.

Kasus in mencuat setelah video tentang wanita pembawa anjing dan mengamuk di sebuah masjid menjadi viral di medsos. Video berdurasi 1 menit 9 detik itu tentang SM yang menggendong anjing lalu masuk Masjid Al Munawaroh pada Ahad siang, 30 Juni 2019.

Di video tersebut SM terlibat cekcok mulut dengan jemaah yang melarangnya membawa anjing masuk masjid tersebut. SM tak peduli dan sambil marah-marah mempertanyakan mengapa suaminya dikawinkan di masjid itu.

Sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa yang merawat dan mengobati SM, Lahargo diminta RS Polri untuk ikut terlibat observasi wanita itu. Lahargo akan memberikan data riwayat medis hasil observasi bersama dengan ahli lainnya kepada penyidik. “Dalam waktu dekat akan kami berikan pada penyidik.”

Lahargo menjelaskan masalah kejiwaan yang dialami SM adalah gangguan pada pikiran, perasaan dan perilaku yang menimbulkan penderitaan bagi yang bersangkutan, keluarga, bahkan permasalahan di masyarakat.

“(Gangguan) ini yang membuat yang bersangkutan tidak berfungsi dan produktif dalam kehidupan sehari hari dan interaksi jadi terganggu,” tuturnya.

Kepala Rumah Sakit Polri Kramatjati, Brigadir Jenderal Musyafak mengatakan pemeriksaan pasien berinisial SM yang dirawatnya telah final. SM didiagnosa menderita dua tipe gangguan kejiwaan skizofrenia.

“Kondisi saat ini dari psikiater disimpulkan yang bersangkutan menderita gangguan kesehatan skizofrenia tipe paranoid dan skizoafektif,” kata Musyafak saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Senin malam, 1 Juni 2019.

Musyafak menuturkan skizofrenia paranoid yang diderita wanita bawa anjing masuk masjid itu membuat dia mengalami delusi atau waham dan halusinasi. Sedangkan, skizoafektif adalah kelainan mental yang gejalanya merupakan gabungan dari skizofrenia dan gangguan mood, seperti depresi atau kekhawatiran yang berlebihan. “Pasien memang sudah mempunyai riwayat kejiwaan sebelumnya,” ujarnya.

Loading...