Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan PT Astra Serahkan 50 Sekolah di Sejumlah Daerah Indonesia

PT Astra Serahkan 50 Sekolah di Sejumlah Daerah Indonesia

743
BERBAGI
Penyerahan dokumen dua gedung SMPN di Lampung Selatan kepada Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan.

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Sejak 10 tahun berdiri, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) telah  membantu dan membina 50 sekolah negeri, 699 guru dan 11.242 siswa. 50 sekolah binaan tersebut terdiri dari: 38 SD, 9 SMP dan 3 SMK yang terletak di Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat, dan Serang.

Dalam waktu dekat, YPA-MDR juga akan memperluas daerah layanan ke wilayah timur Indonesia yakni Nusa Tenggara Timur.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Arietta Adrianti, mengatakan program bantuan yang diberikan oleh YPA-MDR kepada sekolah-sekolah binaan meliputi,pertama, embinaan yang meliputi empat pilar yakni Pembinaan Akademis, Pendidikan Karakter, Kecakapan Hidup dan Seni Budaya menuju kepada sekolah Swapraja.


Kedua, sarana penunjang pendidikan seperti buku pelajaran untuk siswa, buku pegangan untuk guru, buku perpustakaan, perangkat UKS serta alat peraga dan media pembelajaran.

Ketiga, penambahan prasarana ruangan dan renovasi gedung sekolah berikut mebel agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas.

Rp 7,2 Miliar 

Menurut Arietta, pada masa pembinaan, kedua SMPN  terebut menunjukkan peningkatan prestasi yang baik. Maka Astra berinisiatif melanjutkan bantuannya dengan melakukan perbaikan dan renovasi gedung-gedung sekolah ini agar kualitas kegiatan belajar mengajar dapat ditingkatkan.

“Perbaikan kedua gedung sekolah ini dimulai pada bulan Agustus tahun 2015 dan selesai pada bulan Januari 2016 dengan total biaya sebesar Rp 7,2 miliar, yakni Rp 5,9 miliar untuk bangunan dan Rp 1,3 miliar untuk mebel dan perlengkapan lain,” kata Arietta.

Direktur PT Astra Paulus Bambang Widjanarko menyerahkan penghargaan berupa uang Rp33,7 juta secara simbolis kepada SMPN 2 Merbau Mataram

Arietta mengatakan, renovasi SMPN 1 Tanjungsari dengan luas tanah sekitar 15.000 m2 dan luas bangunan 2.800 m2 serta SMPN 2 Merbau Mataram dengan luas tanah 12.400 m2 dan luas bangunan 2.000 m2 ini meliputi perbaikan ruang kelas, ruang OSIS, laboratorium IPA, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang bimbingan dan konseling, perpustakaan, ruang komputer, ruang UKS dan toilet guru serta pantry.

“Dengan pembinaan yang berkesinambungan, maka telah terjadi peningkatan prestasi sekolah. Pada hari ini diberikan pula penghargaan kepada sekolah, guru dan siswa yang telah berprestasi pada tahun ajaran 2015/2016,” katanya.

Arietta menunjukkan contoh SMPN 1 Tanjungsari, yang pernah  meraih juara 1 tingkat kabupaten dalam Peringkat Ujian Nasional, Tari Kreasi, Cipta Cerita Pendek, Baca Quran dan Guru Berprestasi untuk maju ke tingkat Provinsi, serta Juara 2 tingkat Kabupaten di bidang Musik Tradisional. Sekolah ini juga telah dinobatkan menjadi sekolah Adiwiyata Nasional (target Adiwiyata Mandiri di tahun 2017).

SMPN 2 Merbau Mataram juga meraih beberapa prestasi.Antara lain  juara 2 tingkat Provinsi untuk Seni Lukis, juara 3 tingkat Provinsi Musik Tradisional dan Vocal Group, juara 1 tingkat Kabupaten untuk Vokal Grup, Musik Tradisional, Cipta Lagu, Motif Batik, Melukis dan juara 2 tingkat Kabupaten untuk Story Telling dan Seni Tari, juara 3 tingkat Kabupaten untuk Baca Quran dan Baca Puisi. Sekolah ini juga mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten.

 

Para guru dan siswa mendapatkan penghargaaan dari PT Astra melalui YPA-MDR

Di tingkat SD, prestasi juga diraih oleh sekolah binaan, diantaranya: penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten yang diraih SDN 2 Kertosari, SDN 3 Kertosari dan SDN 1 Triharjo, serta penghargaan Sekolah Sehat tingkat Kabupaten yang diraih oleh SDN 2 Kertosari dan SDN 3 Merbau Mataram.

SDN 1 Merbau Mataram meraih juara 2 tingkat provinsi untuk kejuaraan Renang, juara 1 tingkat kabupaten Cerita bergambar, Juara 3 untuk Pidato Bahasa Indonesia dan Cipta Puisi. SDN 1 Triharjo meraih juara 2 tingkat kabupaten bidang Catur Putri dan Seni Tari.

“Selain peningkatan prestasi, sekolah binaan juga telah memiliki guru-guru yang telah dilatih, sehingga memiliki kemampuan untuk mengimbaskan keterampilannya kepada sekolah lain sebagai tutor sebaya,” kata Arietta.

Arietta menegaskan, pada prinsipnya, di mana pun Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”.

“Astra, sepanjang perjalanannya sejak tahun 1957 senantiasa mendedikasikan karyanya untuk kemajuan bangsa Indonesia,” katanya.

TL-BA/Rls

Loading...