Beranda Ekbis Bisnis PT BA Siap Hadapi Kenaikan Tarif Listrik 64,7 Persen

PT BA Siap Hadapi Kenaikan Tarif Listrik 64,7 Persen

210
BERBAGI

B. Satriaji, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

PLTU Tarahan (foto: isbedy)

Jakarta—PT Bukit Asam (PTBA) siap menghadapi kenaikan tarif listrik sebesar 64,7% yang akan diberlakukan bertahap mulai bulan depan.

Karena sejak 2012, PT BA sudah mulai beralih ke pembangkit listrik milik sendiri untuk kegiatan operasional. Hal itu dikatakan Sekretaris Perusahaan Joko Pramono di Jakarta, Senin (28/4) sore.

Dikatakan Joko, sejak dua tahun lalu semua peralatan operasional beserta penunjang di wilayah operasi Tanjung Enim yang menggunakan tenaga listrik beralih ke pemakaian tenaga listrik milik sendiri yang dihasilkan PLTU Tanjung Enim 3×10 MW.

Sementara itu, dia menambahkan, sisa pemakaian tenaga listrik (excess power) dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Demikian juga halnya di Pelabuhan Tarahan, Lampung,” ujarnya.

Sejak beroperasinya PLTU Pelabuhan Tarahan 2×8 MW milik sendiri akhir tahun lalu, seluruh peralatan operasional pelabuhan tidak lagi menggunakan listrik milik PLN dan excess power-nya malah dijual ke PLN.

Joko menambahkan, kenaikan tarif listrik justru akan lebih memperkuat daya saing perseroan dibandingkan dengan perusahaan tambang batu bara lainnya. “Perusahaan lain menggunakan pasokan tenaga listrik dengan tarif industri dan mengonsumsi BBM dalam porsi yang relatif besar,” imbuh dia.

Rel KA menuju PT BA Tarahan

Menurut Joko, mengoptimalkan pemakaian peralatan operasional yang menggunakan tenaga listrik juga dilakukan sebagai langkah efisiensi untuk peningkatan kinerja keuangan.

“Membaiknya kinerja persereoan juga diimbangi dengan peningkatan transportasi batu bara oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dari lokasi tambang di Tanjung Enim Sumatera Selatan menuju Pelabuhan Batubara Tarahan di Bandarlampung dan Dermaga Kertapati di Palembang,” ujar dia.

Joko menjelaksan, pada kuartal I 2014 volume angkutan batubara PTBA oleh PT KAI tercatat sebesar 3,41 juta ton. “Artinya, naik delapan persen dibandingkan periode sama tahun lalu, yang sebesar 3,15 juta ton,” katanya.

Loading...