PT KAI Perketat Syarat Perjalanan dengan Kereta Api, Penumpang Merasa Aman dan Terlindungi

  • Bagikan
Petugas mengecek suhu tubuh calon penumpang KA di Stasiun Tanjungkarang, Rabu (15/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Mas Alina
Petugas mengecek suhu tubuh calon penumpang KA di Stasiun Tanjungkarang, Rabu (15/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Mas Alina

Mas Alina | Teraslampung.com

Bandarlampung — Rabu siang pukul 13.00 WIB, 15 September 2021, suasana Stasiun Tanjungkarang terlihat sepi dibanding saat masa normal. Tidak ada antrean berjubel di depan loket. Hanya ada belasan orang terlihat memasuki stasiun, menjalani pemeriksaan karcis dan syarat perjalanan lainnya.

Satu per satu calon penumpang itu masuk stasiun setelah diperiksa syarat-syaratnya. Mereka kemudian masuk ke ruang tunggu.

Masih 30 menit lagi Kereta Api Kuala Stabas jurusan Tanjungkarang – Baturaja akan berangkat. Satu per satu calon penumpang itu masuk ke dalam gerbong, mencari nomor tempat duduknya sesuai tiket. Tidak seperti hari-hari biasa, para penumpang tidak berjubel untuk masuk gerbong. Di dalam gerbong, kursi-kursi pun banyak yang kosong.

Suasana seperti itu bukan hanya terjadi pada hari ini, tetapi sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Tepatnya sejak adanya pembatasan kegiatan warga melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berbeda dengan hari-hari normal. Selain mengikuti  protokol kesehatan, calon penumpang tidak hanya bermodalkan karcis, tetapi juga syarat lain terkait Covid-19.

Sejak 14 September 2021, PT KAI memang makin memperketat syarat bagi calon penumpang, yaitu wajib vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Kebijakan wajib vaksin Covid-19 ini berlaku untuk seluruh perjalanan kereta api, baik KA jarak jauh, jarak menengah, kereta rel listrik (KRL) maupun KA bandara. Itulah sebabnya, calon penumpang di Stasiun Tanjungkarang hari ini juga lebih sedikit dibanding dengan hari-hari sebelumnya.

Aturan mewajibkan seluruh penumpang kereta api telah melakukan suntik vaksin Covid-19 minimal dosis pertama ini dilaksanakan menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 69 Tahun 2021. Jika calon penumpang belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, mereka dilarang naik kereta api.

Dengan diberlakukanya syarat baru ini, makla syarat Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat tugas, dan keterangan lain tidak lagi menjadi syarat penumpang KA.

“Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, surat tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan kereta api,” kata Manajer Humas PT KAI Tanjungkarang, Jaka Jarkasih, Rabu, 15 September 2021

Sebelum masuk kawasan dalam stasiun, petugas akan mengecek suhu calon penumpang, surat bukti tes antigen, dan surat bukti telah divaksin. Beberapa bulan lalu, ketika pandemi Covid-19 belum mengganas, calon penumpang hanya dicek suhu tubuhnya dan dicek surat ketengan sudah menjalani tes antigen. Namun, sejak pemerintah melakukan pengetatan mobilitas masyarakat melalui kebijakan PPKM, calon penumpang harus memiliki surat bukti telah divaksinasi Covid-19.

Pengetatan tersebut dilakukan PT KAI untuk melindungi masyarakat. Hal itu perlu dilakukan karena para penumpang KA dipastikan akan berada di dalam satu gerbong dalam tempo yang lama. Bisa berjam-jam mereka bersama dalam satu gerbong dalam satu perjalanan.

Jarkasih mengatakan, PT KAI juga pengetatan syarat penumpang itu selalu diperbarui dengan menyesuakan kebijakan baru pemerintah.

“Ketika pemerintah menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, PT KAI juga menerapkan syarat tersebut sebagai syarat perjalanan naik kereta api. Semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Calon penumpang memasuki gerbong KA Kuala Stabas tujuan Baturaja, Rabu (15/9/2021).
Calon penumpang memasuki gerbong KA Kuala Stabas tujuan Baturaja, Rabu (15/9/2021).

Jarkasih mengatakan,  sejak 23 Juli 2021 lalu PT  KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI.Hal itu untuk membantu proses validasi dokumen kesehatan calon pelanggan.

“Terintegrasinya aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, juga untuk menghindari pemalsuan dokumen,” katanya.

Dengan terintegrasinya sistem tersebut, maka data vaksin dan hasil tes Covid-19 baik RT-PCR atau Rapid Test Antigen calon pelanggan dari aplikasi Peduli Lindungi akan muncul pada layar petugas pada saat melakukan boarding di stasiun. Sehingga dapat mempermudah dan memperlancar proses pemeriksaan dokumen kesehatan pelanggan KA Jarak Jauh.

Petugas pelaksana boarding di Stasiun Tanjungkarang, Afif, mengatakan setiap calon penumpang selama pandemi covid-19 yang menggunakan  kereta api jarak jauh wajib dinyatakan negatif Covid-19.

“Minimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dibuktikan dengan surat keterangan antigen, pengecekan suhu tubuh penumpang dibawah 37,3 derajat Celcius (saat memasuki areal stasiun)  dan pemeriksaan kelengkapan surat surat seperti surat seperti tes antigen dan surat vaksin,” kata Afif.

“Jika penumpang belum di vaksin maka harus ada surat keterangan dari dokter tentang alasan belum atau tidak bisa di vaksin. Apabila salah satu persyaratan tidak terpenuhi maka tidak diijinkan mengikuti perjalanan kereta api,” tambah Afif.

Menurut Afif, yang tak kalah penting, protokol kesehatan mutlak dilakukan sebelum hingga selama perjalanan.

“Penumpang wajib menggunakan masker, suhu tubuh normal dan dalam kondisi sehat. Kebijakan itu semata mata diberlakukan untuk menjamin kesehatan penumpang,” katanya.

Bayu (34), calon penumpang KA tujuan Baturaja, mengaku tidak keberatan dengan persyaratan ketat tersebut. Menurutnya, dengan penerapan syarat tersebut justru membuat ia merasa aman.

“Saya malah senang dengan adanya syarat harus sudah divaksin. Bayangkan saja jika  tidak ada syarat seperti itu, maka akan ada kemungkinan saya bersama dengan penumpang pembawa virus Covid-19 selama beberapa jam perjalanan menuju Baturaja,” kata dia.

Menurut Bayu, syarat ketat tersebut membuat ia merasa aman ketika sampai di rumah. “Apa lagi di rumah saya ada ayah dan ibu yang usianya sudah di atas 60 tahun. Saya juga harus mengamankan mereka dari paparan Covid-19,” katanya.

Kurangi Jadwal Perjalanan KA

Seorang porter di Stasiun Tanjungkarang membawa bawaan penumpang, Rabu (15/9/2021).
Seorang porter di Stasiun Tanjungkarang membawa bawaan penumpang, Rabu (15/9/2021).

Pelaksana Harian Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang , Asparen, mengatakan sepinya penumpang di Stasiun Tanjungkarang tidak lepas dari penerapan kebijakan PPKM. Untuk itu, PT KAI Tanjungkarang pun menyesuaikan jadwal keberangkatan dan mengurangi jumlah KA yang beroperasi.

“Pada  masa PPKM Level 4 di Bandarlampung,  PT KAI Divre IV Tanjungkarang mengurangi jumlah keberangkatan kereta. Akibatnya, penumpang menjadi berkurang diperkirakan turun hingga 70 persen,” kata Asparen.

Tentu saja sepinya penumpang itu juga berdampak bagi para porter yang biasanya mendapatkan jasa untuk mengangkut barang-barang penumpang. Bahkan, petugas parkir dan para pedagang di sekitar Stasiun Tanjungkarang pun terimbas dampaknya.

“Sepi banget penumpangnya, apalagi setelah pandemi covid-19 ini. Penghasilan turun hingga 50 persen lebih. Biasanya bisa  dapat Rp 70-80 ribu/ hari, sekarang dapat Rp 30-40 ribu / hari sudah untung,” kata Herman (49), porter yang sudah bertugas 10 tahun lebih di Stasiun Tanjungkarang.

Hal yang sama juga dikeluhkan Baidi (46), porter yang sudah bertugas sejak 2018 ini mengaku penghasilan turun hingga 90 persen.

“Sebelum pandemi covid-19, saya bisa bawa pulang uang hingga Rp 100 ribu / hari, tetapi sekarang syukur syukur bisa dapat Rp 10 ribu/ hari,” katanya dengan wajah lesu.

Ayah empat putra ini, sebenarnya sudah berusaha juga mencari pekerjaan lainnya, namun tidak juga berhasil.

“Dimasa pandemi ini jangankan mencari uang, mencari pekerjaan juga sulit banget, semuanya sepi.Tapi ini cobaan hidup yang harus di jalani,” jelasnya.

Meskipun stasiun sepi, pengamanan tetap dilakukan secara prima dan standar oleh PT KAI. Selama dalam perjalanan, pengawasan protokol kesehatan wajib dipatuhi penumpang, jarak duduk antar penumpang diberlakukan untuk menghindari kontak fisik.

“Meskipun masih dalam adaptasi kebiasaan baru, tetapi sebagian besar penumpang memahami dan mengapresiasinya. Mereka mengaku lebih nyaman dan aman saat naik kereta,” kata Asparen.

Hal itu dibenarkan salah seorang calon penumpang di Stasiun Tanjungkarang. “Kami merasa aman dan nyaman naik kereta api inj, apalagi kereta ekonominya ber AC dengan harga murah Rp 32 ribu,” kata Tika (45), penumpang KA Kuala Stabas (ekonomi)   Tanjungkarang- Baturaja.

Selain itu,  layanan tiket kereta api  sekarang bisa diakses melalui ponsel di aplikasi KAI Access dengan tujuan untuk mengurangi kerumunan. Penumpang tidak perlu antri berkerumun membeli tiket di stasiun.

“Dengan protokol kesehatan di kereta qpi yang baik,  diharapkan baik petugas dan penumpang tetap dalam kondisi sehat. Penanganan covid-19 dibutuhkan peran serta dan kerja sama semua pihak, terutama taat protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” kata Asparen.

Asparen mengatakan, semua pengetatan aturan itu bukan semata-mata untuk kepentingan PT KAI tetapi menjaga keselamatan bersama.

“PT KAI sangat peduli keamanan dan keselamatan penumpang. Itulah sebabnya, kami selalu memutakhirkan aturan atau persyaratan baru naik kereta api bagi penumpang. Kita semua ingin sehat dan selamat serta berharap pandemi Covid-19 segera berakhir,” katanya.

  • Bagikan