Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung PT KAI Tanjungkarang Sewenang-wenang Gusur Rumah, Warga Protes Keras

PT KAI Tanjungkarang Sewenang-wenang Gusur Rumah, Warga Protes Keras

479
BERBAGI
Warga protes keras kepada PT KAI Tanjungkarang karena dinilai sewenang-wenang dalam melakiukan penggusuran rumahnya.

TERASLAMPUNG.COM — PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali melakukan penggususuran rumah warga yang berada di Jalan Teuku Umar, Pasir Gintung, Bandarlampung, Kamis (19/10/2017). Dibantu 450 personel kepolisian, PT KAI menggusur rumah-rumah yang mereka klaim berada di atas lahan milik PT KAI.

Usai penggusuran rumah yang dilakukan oleh PT KAI, salah satu anak penghuni rumah yang bernama Okta mendatangi Kantor PT KAI Tanjungkarang sekitar pukul 12.30 Wib.

Okta bersama sepupunya, Yola, protes keras karena barang-barang rumahnya yang sudah diungsikan keluar oleh PT KAI dibiarkan begitu saja, padahal kondisi duluar saat ini sedang hujan.

“Kami ini minta agar barang-barang kita itu diurusin. Ini kan hujan. Paling tidak ditutupi dengan terpal,” kata Okta kepada para pegawai PT KAI.

Okta makin marah karena petugas PT KAI tidak segera menyelamatkan barang barang mereka ke tempat yang aman dari hujan.

BACA: PT KAI Tanjungkarang Bantah Sewenang-wenang Gusur Rumah Warga

“Tadi saat penggusuran kalian ini cepat benar. Sekarang pas hujan gini kalian lama benar cuma untuk nutupin barang kami agar tidak kena hujan,” kata Okta.

Kemudian, Yola juga turut mengamuk dan mengungkapkan kekesalannya kepada pihak PT KAI.

“Kalau kamorang gak cepat bertindak, saya akan tuntut. Kalau sampai barang saya ini tidak kena hujan kamorang harus ganti rugi,” jelasnya.

 

Salah satu warga yang rumahnya digusur, Linar, mengatakan rumah yang berada di jalan Teuku Umar, Pasir Gintung, Tangjungkarang Pusat itu digusur tanpa kompromi.

Bahkan, kata Linar, ada warga hingga syok karena rumahnya dirobohkan oleh petugas PT KAI yang dibantu petugas kepolisian.

“Penghuni rumah ini adalah Joni dan Mardiana. Mereka syok, dan pingsan karena tiba-tiba para petugas masuk dan memaksa mereka dan barang-barangnya keluar,” kata Linar.

Sementara, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono yang berada dilokasi mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan sekitar 450 personil untuk mengamankan lokasi.

“Kami disini hanya untuk mengamankan kedua belah pihak. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Murbani.

Humas PT KAI, Pranoto, mengaku sudah menawarkan diri untuk memindahkan barang tersebut ketempat yang aman, tetapi pihak keluarga menolaknya.

“Kalau ada barang mereka yang rusak, nanti akan kita ganti,” ujarnya.

Pranoto mengatakan, untuk biaya rumah sakit penghuni rumah yang saat ini dirawat karena dampak pengungsian ini juga akan ditanggung oleh PT KAI.

“Biaya rumah sakit juga akan kami tanggung,” ujarnya.

 

TL/ILS