Beranda Hukum PT KAI Tanjungkarang Ambil Alih Lahan di Sekitar Bambukuning Town Square

PT KAI Tanjungkarang Ambil Alih Lahan di Sekitar Bambukuning Town Square

444
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — P T Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang mengambil alih lahan sekitar Bambukuning Town Square (BKTS) di Jalan Kota Raja, Kelurahan Gunungsari, Bandarlampung, Kamis (21/11/2019).

Proses pengambilalihan lahan di depan Stasiun Kereta Api Tanjungkarang itu dilakukan oleh puluhan personel dari PT KAI dan didampingi oleh 70 personel gabungan polisi dan TNI.

Puluhan lapak pedagang di sekitar Bambu Kuning Town Square dibersihkan lalu dipagar oleh seng merah .

Dalam proses pengambilalihan lahan tersebut Kapolresta Bandarlampung AKBP Yanbudi Jaya. Sedangkan dari pihak PT KAI diwakili oleh Sudarto serta didampingi oleh pamong desa Lurah Gunungsari Akbar Mandari Putra.

Ketika proses pengambilalihan lahan tersebut, Kapolresta sempat bersitegang dengan pihak PT KAI soal pemagaran lokasi.Namun kesalahpahaman itu bisa diselesaikan dengan baik.

Kepala Humas PTKAI Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo memang lahan disekitar stasiun kereta api Tanjungkarang, Bandarlampung tepatnya di Bambukuning Town Square (BKTS) akan ditata ulang dan dibenahi.

“PT KAI akan menggunakan lahan ini sebagai area parkir,” kata dia.

Selain itu, kata Sapto, sesuai dengan pembicaraaan antara PT KAI dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang meminta agar kawasan stasiun dibenahi dan ditata dengan lebih baik lagi.

“Sebab Stasiun Tanjungkarang Bandarlampung merupakan pintu masuk atau pintu gerbang menuju Kota Bandarlampung. Gubernur meminta kami untuk menata sekitar ini agar tidak kelihatan kumuh,” kata dia.

Sapto mengatakan sebenarnya soal pengambilalihan lahan ini bermula dari adanya kontrakselama empat tahun atau sejak tahun 2008-2011 antara PT KAI dengan BKTS agar lahan tersebut dikelola dengan baik.

“Namun hingga batas waktu tahun 2011 tidak pernah dilakukan pembayaran atau wanprestasi dan menunggak sampai Rp4,8 miliar. Bahkan sampai dengan tahun ini tunggakan mencapai Rp6,8 miliar,” katanya.

Sapto menyatakan dikarenakan BKTS melakukan wanpestasi dan pihak PT KAI sudah tidak ada kontrak dengan pihak BKTS.

“Maka  pihak kami melakukan pemagaran untuk mensterilkan wilayah tersebut. Pemagaran disekitar BKTS dilakukan untuk sterilisasi. Jadi, lahan ini masih status quo. Putusannya belum ada lagi, kita masih melakukan negosiasi,” kata Sapto.

Loading...