Beranda News Pusiban PT KAI Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasa Ilegal di Lampung

PT KAI Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasa Ilegal di Lampung

344
BERBAGI
Foto Ist

TERASLAMPUNG.COM – PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang telah menutup sebanyak 29 perlintasan kereta ilegal di wilayah Tanjung Ramban (perbatasan Divre III) sampai dengan Tarahan.

“Kita sudah menutup 29 perlintasan liar, dan kita akan terus mendata jumlah perlintasan liar yang ada di Divre IV Tanjung Karang,” ujar Manajer Humas PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang Sapto Hartoyo, di Bandarlampung, Senin (3/9/2018)

Menurutnya, jumlah perlintasn yang di tutup tersebut merupakan delapan perlintasan di wilayah Bandarlampung dan sekitarnya.

Selain itu, jumlah delapan perlintasan yang di tutup dari tarahan sampai Gedung Ratu Natar. Salah satunya di Dusun VII Sidorejo Desa Haajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.

Sapto menjelaskan, dengan penutupan perlintasn sebidang ini dapat mengurangi jumlah angka kecelakaan akibat melintas di perlintasan yang tidak resmi.

“Rata-rata tingkat kecelakaan ini di akibatkan oleh para pengendara yang bandel dan masih melintas di tempat perlintasan tidak resmi / ilegal,” katanya

Pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang ini meruoakan program Quick Wins tahun 2018 oleh Ditjen Perkeretaapian yaitu mmenutup seluruh perlintasan sebidang di Daop dan Divre IV Tanjung Karang.

“Sudah kita tutup permanen dengan besi dan di cor, semoga tidak ada lagi yang nakal untul membuka kembali perlintasan sebidang tersebut,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan, penutupan perlintasan sebidang ini memang harus di lakukan, sebab banyak potensi terjadinya kecelakaan akibat melintas di perlintasan tanpa palang pintu resmi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi PT KAI Divre IV yang melakukan penutupan perlintasan kereta api sebidang, karena sering terjadi kecelakaan sangat besar,” ujar Qodratul Ikhwan

Qodratul mengharapkan, agar Dirjen dan PT KAI tidak ragu-ragu untuk secara aktif dan cepat melaksanakan penutupan perlintasan sebidang yang liar, serta melakukab penjagaan terhadap perlintasan sebidang yang resmi dan Dinas Perhubungaab Provinsi mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena hal positif baagi masyarakat yang tinggal di bantaran rel atau sekitarnya. *(rls)

Loading...