Beranda Ekbis Bisnis PT MRI Bangun Pabrik Etanol Berkapasitas 50 Juta Liter per Tahun di...

PT MRI Bangun Pabrik Etanol Berkapasitas 50 Juta Liter per Tahun di Lamtim

547
BERBAGI
Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik etanol berkapasiyas 50 juta liter per tahun milik PT Molindo Raya Industrial (MRI) di Sekampug Udik, Kabupaten Lampung Timur, Rabu siang (25/7/2018).
Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik etanol berkapasiyas 50 juta liter per tahun milik PT Molindo Raya Industrial (MRI) di Sekampug Udik, Kabupaten Lampung Timur, Rabu siang (25/7/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik etanol berkapasiyas 50 juta liter per tahun milik PT Molindo Raya Industrial (MRI) di Sekampug Udik, Kabupaten Lampung Timur, Rabu siang (25/7/2018).

Unit destilasi ini merupakan satu – satunya pabrik di kawasan Asia Pasifik yang bahan bakunya jagung bukan molasse saja, selain itu ke depan limbah etanol juga akan digunakan untuk pembangkit listrik.

Direktur Utama PTMRI , Arif Gunadi Brata, mengatakan PT MRI yang berpusat di Lawang, Malang Jawa Timur pabriknya mampu memproduksi etanol sebesar 80 juta liter/tahun namun market/pasar masih lebar untuk itu pihaknya perlu meningkatkan produksinya.

“Kami memilih Lampung karena bahan baku di daerah ini melimpah, kami targetkan dalam 2 tahun pabrik yang di Lampung akan mampu memproduksi etanol sebesar 50 juta liter/tahun,” jelas Arif Gunadi Brata.

Bahan baku utama etanol adalah molase atau ampas tebu diperkirakan tersedia molase sebanyak 300 ribu ton/tahunnya dari PTPN VII dan PT Gunung Madu Plantations (GMP).

“Dari pada dijual ke luar jawa dengan ongkos yang cukup tinggi lebih baik kami tampung di sini,” kata Arif Gunadi.

Menteri Prindustrian Airlangga Hartato dalam sambutan yang dibacakan Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan industri etanol merupakan salah satu industri pengolahan yang mampu berkembang dengan baik dari segi produksi maupun ekspor.

“Saat ini terdapat tujuh produsen etanol nasional yang masih beroperasi dengan total kapasitas 230 juta liter/tahun dan pada tahun 2017 sekitar 35 persen produk etanol kita diekspor ke berbagai negara dengan nilai ekspor mencapai 45 juta, dolar AS,” kata Airlangga Hartarto.

Menurut  Airlangga Hartarto,  pembangunan unit destilasi di Lampung akan menambah kapasitas PT MRI sebesar 50 juta liter/tahun dia berharal akan terjadi peningkatan pasar domestik melalui hilirisasi imdustri pengguna etanol dan peningkatan ekspor.

Dandy Ibrahim

Loading...