PTM Hari Pertama di Bandarlampung Disambut Gembira Anak dan Orang Tua

Suasana PTM di SDN 1 Rawalaut yang mejanya sudah di sekat-sekat, Senin (14/3/2022).
Suasana PTM di SDN 1 Rawalaut yang mejanya sudah di sekat-sekat, Senin (14/3/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG — Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di Kota Bandarlampung disambut gembira bagi anak-anak SD terutama yang belum pernah merasakan belajar di ruang kelas.

Seperti yang diceritakan Cindy (30), orang tua Andika (8), kelas II di SDN 1 Rawalaut. Menurutnya, Andika sangat senang saat diberitahu bahwa besok masuk sekolah.

“Saya dapat info di grup WhatApp kelas kalau hari Senin PTM. Waktu saya kasi tahu ke anak saya dia langsung teriak ‘horeee besok sekolah’ kata dia,” katanya kepada Teraslampung.com,di SDN 1 Rawalaut, Senin, 14 Maret 2022.

Hal yang sama juga diungkapkan Siti (25). Asifa, putri Siti yang duduk di kelas 1 di SDN 1 Rawalaut, sangat gembura ketika tahu akan segera masuk sekolah.

“Anak saya Asifa pagi-pagi sudah bangun dan siap-siap berangkat ke sekolah. Dia saya lihat senang sekali karena untuk pertama kalinya dia masuk kelas bertemu teman-teman barunya,” ungkapnya.

Selain anak-anak yang senang bisa belajar di sekolah, orang tua juga ikut senang karena selama belajar di rumah tugas yang diberikan ke anak-anak cukup menyulitkan orang tua.

“Anak saya belajar melalui aplikasi class room setiap hari gurunya memberikan soal dari buku tematik yang kita ambil di sekolah. Masalahnya, kita kesulitan untuk memahami terus mengajarkan ke anak soal-soal dari buku tematik itu. Makanya saya juga senang sekarang bisa belajar di sekolah,” jelas Cindy.

Kepala SDN 1 Rawa Laut, Dentiana Saleh, menjelaskan selama PTM kelas hanya di isi 50 persen untuk kelas 1 – 5 sedangkan kelas VI dibagi dua sesi jam belajarnya.

“Kalau kelas 1 – 5 dibagi dua rombongan belajar pertama hari Senin sampai Rabu dan yang ke dua Rabu sampai Kamis. Satu kelas itu 28 anak jadi tiap kelas hanya diisi 14 anak. Kalau kelas VI dari Senin sampai Sabtu belajarnya dibagi dua sesi, belajarnya dua jam-dua jam tiap sesinya,” jelasnya.

Untuk mengikuti PTM SDN 1 Rawalaut diharapkan anak-anak yang sudah melaksanakan vaksinasi yang di pernah dilaksanakan di sekolah atau ke Puskesmas Kebon Jahe.

“Tapi kalau ada yang belum di vaksin karena sakit atau ada penyakit bawaan. Kami minta surat keterangan dari orang tua karena alasan tertentu vaksinasinya ditunda dulu,” kata Dentiana Saleh.

“Dinas Pendidikan dan puskes sudah kerjasama dengan kami mendata anak-anak yang belum di vaksin tapi rata-rata anak-anak yang belum di vaksin bukan karena tida mau, rata-rata pada saat akan di vaksin badannya panas atau sakit. Ada juga yang karena sakit bawaan,” tambahnya.

Lebih jauh Dentiana Saleh menjelaskan dari 719 murid di sekolah yang berada di Kecamatan Enggal itu hanya tinggal beberapa murid yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

“Yang sudah di vaksinasi di atas 700 anak tinggal beberapa anak lagi. Apa lagi Bunda Eva (walikota) kan bener-bener menginginkan anak-anak ini kondisinya sehat jadi kalau sakit jangan dulu sekolah,” jelasnya.

Dandy Ibrahim

You cannot copy content of this page