Beranda Pendidikan PTN Harus Siapkan Skema Kebijakan Pendidikan Ramah Sosial

PTN Harus Siapkan Skema Kebijakan Pendidikan Ramah Sosial

206
BERBAGI
Mendikbud M. Nuh sidak di UNJ, Selasa (17/6).Foto dok okezone

JAKARTA, Teraslampung.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta perguruan tinggi negeri (PTN) untuk menyusun skema kebijakan pendidikan ramah sosial. Kebijakan ini dikhususkan bagi mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu, tapi telah dinyatakan diterima di PTN pilihannya.

“Yang penting itu kita selamatkan dulu status diterimanya. Kalau biayanya bisa kita usahakan. Karena walaupun seribu orang menandatangani surat permohonan agar dia diterima di PTN X, kalau dia tidak lulus seleksi tetap tidak bisa,” kata Mendikbud usai sidak Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di UNJ, Selasa (17/06/2014).

Menurut Mendikbud PTN bisa menyiapkan beberapa skema mulai dari orang tua asuh bagi siswa miskin, Bidikmisi, menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) katagori 1 maksimal Rp500.000/semester, dan katagori 2 maksimal Rp1.000.000/semeseter, diskon biaya kuliah, hingga keringanan lainnya.

“Intinya, siapapun yang secara akademik memenuhi persyaratan bisa tetap kuliah. Yang paling pokok itu biasanya urusan pembiayaan,” tutur mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November tersebut.

Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2014 ditaksir Rp4 triliun. Mendikbud mengatakan, nominal yang besar tersebut harus didukung dengan ketelitian dari PTN menempatkan mahasiswa-mahasiswanya di katagori yang benar dari delapan katagori yang disiapkan.

“Kalau ini bisa dioptimalkan, rasanya dengan pembiayaan total sudah utuh disitu, bisa dijangkau. Kalau mau, urunan ke orang tua asuh, atau diamankan terutama di kelompok 1 dan 2,” katanya.

Ia menekankan, agar PTN memberi pelayanan maksimal kepada para mahasiswa. “Siapkan betul satu kebijakan yang ramah kepada mahasiswa. Jangan sampai ada keterbatasan biaya, mereka tidak bisa masuk,” tandasnya. (Dewira/R)