Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Publik Pertanyakan Guru yang Mangkir Lima Bulan Bisa Diangkat Jadi Kepala Sekolah

Publik Pertanyakan Guru yang Mangkir Lima Bulan Bisa Diangkat Jadi Kepala Sekolah

313
BERBAGI
  Siti Aisyah dilantik sebagai kepala sekolah bersama pejabat Pemkab Lampura lainnya, Senin (13/7/2015).

‎Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Pengangkatan Siti Aisyah, guru yang bolos lima bulan, sebagai Kepala SD (Kepsek) Negeri 2 Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara mulai ramai diperbincangkan termasuk kalangan Netizen (pengguna internet).

Kebanyakan dari para netizen mengkritik keras penunjukan Siti Aisyah tersebut akan dapat mencoreng citra dunia pendidikan Lampung Utara. Pada umumnya, para Netizen kecewa dengan keputusan pengangkatan yang bersangkutan sebagai Kepsek.

Akun Facebook atas nama Chrismanto Bmkg, misalnya menyindir habis – habisan kebijakan Pemkab Lampung Utara yang mengangkat Siti Aisyah sebagai Kepala Sekolah meski yang bersangkutan telah bolos kerja selama lima bulan.

“Wah alasan sakit stres kok bisa memang sdh di periksa oleh dokter yang ahlinya, wong nggak sehat kok diangkat hebat luar biasa,” tulisnya saat mengomentari tautan yang berisikan kabar tentang pengangkatan Siti Aisyah sebagai Kepala Sekolah.

Kritikan sama juga dilontarkan akun Facebook atas nama Robbyadi Afitno. Dengan tegas, ia menyatakan selayaknya yang bersangkuta dipecat dari statusnya sebagai PNS dan bukannya malah mendapat promosi jabatan. Bahkan, ia juga mempertanyakan kinerja Inspektorat Lampung Utara dan lembaga Ombdusman Lampung.

“Harusnya 5 bulan sdh harus di pecat menurut aturàn kepegawaian!!!! Mana nih inspektorat atau ombudsman lampung?harus ditindak lanjuti yg seperti ini!!!!,” tulis dia.

Hal yang sama dilontarkan oleh pemilik akun Facebook atas nama FeRa FeRo.

“Pecat aja!!! Ga beres org2 kaya gini, mau enak nya aja, hadeeeewww,” tegasnya.

Sementara, pemilik akun Facebook atas nama Saiful Hikam dengan lantang menyatakan bahwa pengangkatan Siti Aisyah sebagai Kepsek sangat mempermalukan Lampung Utara.

“Mempermalukan diri sendiri, sekolah, dan daerah,” tegas dia.

Sedangkan, pemilik akun atas nama Edison Arifin menyarankan Pemkab untuk mengangkat yang bersangkutan sebagai Kepala Dinas jika memang pangkat atau golongannya telah memenuhi persyaratan. “Kalo pangkat udh cukup, angkat sekalian jadi Kadis Pendidikan,” sindirnya.‎

Sebelumnya, Keputusan Pemkab Lampung Utara (Lampura) mengangkat Siti Aisyah sebagai Kepala SD Negeri 2 Kelapa Tujuh, Kotabumi patut dipertanyakan. Pasalnya, yang bersangkutan diketahui telah tak masuk kerja selama hampir lima bulan.

Dengan menilik kesalahan yang dibuatnya, semestinya Pemkab memilih untuk memberhentikan yang bersangkutan dari statusnya sebagai PNS sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 dan bukannya malah mengangkat seorang ‘pemalas’ sebagai Kepala Sekolah (Kepsek).

Terungkapnya peristiwa ‘memilukan’ ini berawal saat sejumlah wartawan melihat yang bersangkutan turut hadir dalam pelantikan atau pengukuhan pejabat struktural dan fungsional yang tak mengikuti prosesi pelantikan atau pengukuhan pada tanggal 8 Juli lalu. Prosesi pelantikan atau pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten Samsir, di aula ‎Siger kantor Pemkab, Senin (13/7) pagi.

Loading...