Beranda Seni Sastra PUISI AGIS SUGIARTI

PUISI AGIS SUGIARTI

93
BERBAGI
©Napsirudin



SECAWAN WARISAN SULAM SANTUN

Dalam cawan dingin itu,
berkerumun pohon jiwa
berdaun pelangi
bergetah abu-abu
berbalut sayup gumam lautan
Dalam cawan dingin itu
pohon jiwa menari-nari
bersajak sesal

Hei…
aku tak butuh puisi-puisi itu
cukup ibuku saja yang mewariskannya
ah, kau hanya membuatku sia-sia saja

Cawan dingin menghangat
Suhu bijak tersenyum tegar

Tuhan
izinkan aku tuk mewariskan sulaman santun
dalam mencurah rasa,
pada seikat pohon jiwa
berdaun pelangi
bergetah abu-abu.

Cawan dingin kosong kini
seikat pohon jiwa bersajak malu-malu
dalam daun berpelangi
dalam getah abu-abu
mencurah rasa bersulam santun nan indah

Tak sia-sia.



Anyer, 7 Juli 2014






NEGERI DAGELAN

Panggung itu sangat luas laksana tanah syurga katanya
Emas permata terhampar bak embun pagi di tiap sudutnya
Peri_peri nan cantik melenggak_lenggok dalam sukanya
Lautannya bak kolam susu bagi tokoh_tokohnya

Lalu
Siapa si busung lapar
Siapa peminta_minta
Siapa yang telapak kakinya tak pernah mengenal aspal
Siapa yang terkucil tanpa jembatan
Siapa yang tak kenal nasi segar
Siapa yang memeras tanah_tanah negeri tanpa menoleh penghuninya
Siapa yang bilang ya lalu bilang tidak
Cuma penonton jujur yang tau mana tokoh negeri dagelan

ISTANA PALSU

Istana palsu berkursi empuk, berbuah kemewahan
Telah membuai makhluk pilihan pembawa amanat
Yang telah berjanji kan menyembuhkan kecurangan
Tetapi mengapa….

Kabut dendam telah melumat kecerahan harapan
Membelokkan indahnya bayangan hati setiap nurani
Tingkahmu telah membuat semua menutup muka

Hilang santun, hilang citra, hilang logika, hilang hati nurani
Kini kami tak simpati karena kami dianggap telah mati
Kini kami bosan denganmu karena dituduh boros
Istana rakyat yang dulu indah karena kami diajak merawatnya
Kini seakan menjadi hutan karena pelayanannya seperti di hutan

Istana palsu…
penuh kicauan palsu
Berhias janji-janji palsu

* Agis Sugiarti adalah seorang guru SMA di Banten, peserta Workshop Menulis Puisi bagi Guru Seni Se-Provinsi Banten, 7-8 Agustus 2014. Anggota Bengkel Puisi Anyer

Loading...