Beranda News Puisi AY Erwin dan Remmy Novaris untuk Intan Olivia

Puisi AY Erwin dan Remmy Novaris untuk Intan Olivia

319
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Kematian Intan Olivia Banjarnahor Marbun, bocah berusia 2,5 tahun yang menjadi korban pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda, Minggu (13/11/2016) menggoreskan duka mendalam bagi banyak orang. Banyak netizen yang mengutuk aksi biadab teroris itu. Namun, banyak pula yang cuma terdiam karena korban dan orang tuanya tidak seagamanya dengan mereka.

Di antara yang simpati dan bersedih itu adalah para penyair Indonesia. Dua di antaranya adalah Ahmad Yulden Erwin (Lampung) dan Remmy Novaris DM (Jakarta). Erwin memberi judul puisinya “Pulang Pagi”, sedangkan Remmy dengan tajuk “Gadis Kecil”.

“Puisi ini saya dedikasikan bagi Intan Olivia Banjarnahor, seorang bocah perempuan berumur 2,5 tahun, yang mengalami luka bakar 78% di sekujur tubuhnya dan meninggal dini hari tadi akibat pemboman Gereja Oikumene oleh teroris di Samarinda kemarin (13/11/2016). Maafkan kami, Nak…. Beristirahatlah dalam damai,” tulis Erwin.

Putri Anggiat  Marbun itu menjadi korban peledakan bom molotov di Gereja Oikumene Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi.

Selain Intan, tiga balita lain yang menjadi korban bom adalah  Anita Kristobel Sihotang (2), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), dan Triniti Hutahaya (3). Mereka adalah  anak anak sekolah minggu yang sedang bermain di depan gereja.

Berikut puisi Ahmad Yulden Erwin untuk Intan Olivia Banjarnahor Marbun:

PULANG PAGI

Suatu pagi di jalan pulang
Seekor kelinci berlompatan
Lesap ke tangkai-tangkai seruni

Sepasang lubang hidung
Mengincar lekuk punuk capung
Lenyap di rumpun daun kemangi

Sepasang mata telah bersayap
Terbang ke kilau embun pagi
Sepasang telinga telah hirap
Terbang ke rimbun kicau kecici

Ada yang telah pulang sekarang
Bersulih gema paling sunyi
Tiada lagi percik api, tiada lagi

Maut adalah cahaya matahari
Berkilau lembut di mata seekor kelinci

Sementara itu, Remmy Novaris DM menulis puisi untuk Intan seperti ini:

DOA GADIS KECIL

gadis kecil itu selesai berdoa
diaminkan sebuah ledakan

: “apakah ini aleppo, papa?”
(bisiknya melepuhkan lirihnya … )

udara bau sangit, menyebar
ke seluruh penjuru mata angin

(gadis kecil itu tersenyum
di ambang pintu penuh cahaya…. )

2016

Loading...