Beranda Seni Puisi Puisi Endang Supriadi: DI GAZA DARAH MELUMURI SEKERAT ROTI

Puisi Endang Supriadi: DI GAZA DARAH MELUMURI SEKERAT ROTI

57
BERBAGI

Bayi di antara reruntugan di Gaza (dok ips-dc.org)

Berapa ribu manusia bangsa Palestina telah dimayatkan oleh
Israel dipengujung kiamat ini. Tuhankah ia? Jika ia Tuhan,
pantas kalau kaumku tak bisa mengusirnya dari Tanah Air
yang ia ciptakan di atas tanah leluhur bangsa saudara kami
Ya Allah, adakah Tuhan selain Engkau?
Engkau tahu, Ya Allah. Tak ada yang berani menghadang
laju kebiadabannya di Tanah Air Bangsa Palestina itu. Mereka
percikkan curah bom ke tengah kota. Gumpalan api, serpihan baja,
proyektil, artileri menghujam bertubi ke tubuh anak-anak,
pada ibu-ibu yang sedang berlari ketakutan. Habis. Habis
bangsa saudara-saudara kami. Ini kebiadaban peradaban, Ya Allah!
Ya Allah, hanya Engkau, hanya Engkau kunci segalanya
hentikan kebiadaban yang mereka lakukan. Jangan sampai habis
generasi bangsa Palestina. Jangan sampai pengorbanan
saudara-saudara kami hanya sebagai pondasi negeri
yang sia-sia di Tanah Airnya sendiri. Jangan sampai mereka
menyesal jadi manusia beradab tapi terusir dari Tanah Airnya sendiri

Serangan Israel di Gaza (dok theguardian.com)

Kami melihat saudara-saudara kami tak punya lagi perisai
untuk menjaga diri. Kematian seakan mengejar disetiap langkahnya
di setiap salah ucap, di setiap lengah mengendap. Kami melihat,
ada darah pada sekerat roti! Bagaimana ini bisa terjadi?
anak-anak yang antri didepan toko roti, di rudal oleh pasukan
tak bermoral. Kami juga menemukan ada jejak uranium
di tubuh saudara kami yang mati. Ini bukan perang lagi, Ya Allah…
ini pembantaian massal!

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim
Palestina adalah tanah sejarah para rosul. Jangan biarkan tersolir
jangan biarkan terlalu lama dihuni kaum yahudi
lindungi saudara-saudara kami untuk menjaga Tanah Airnya
dari zionis yahudi yang kafir
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim
segala kehendak adalah dari Engkau. Kami mohon kuasaMu
Yang Maha Dahsyat. Hentikan kebiadaban sang pengkhianat
kembalikan kedaulatan bangsa Palestina di Tanah Airnya sendiri
merdekakan mereka dari segala penderitaan.

Depok, 2009/2014