Beranda Hukum Kriminal Pulang dari Pasar, Warga Sidorejo Jadi Korban Penjambretan

Pulang dari Pasar, Warga Sidorejo Jadi Korban Penjambretan

98
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

SIDOREJO — Aksi kejahatan jalanan pelaku penjambretan terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Gang Kenari, Dusun Kediri, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu (6/11/2019) malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pelaku penjambretan tersebut berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna putih. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara korban dan pelaku.

Pelaku berhasil merampas ponsel milik korban bernama Neni, saat korban dalam perjalanan pulang dari Pasar menuju ke rumahnya dii Gang Kenari, Dusun Kediri, Desa Sidorejo dengan mengendarai sepeda motor jenis matic.

“Ya benar, barusan ada kejadian jambret sekitar jam 20.15 WIB tadi. Pelakunya dua orang mengendarai motor Yamaha Vixion warna putih. Korban yang dijambret, namanya Neni dan barang yang dirampas ponsel,”kata salah seorang Ibu warga setempat yang enggan menyebutkan namanya kepada teraslampung.com.

Menurutnya, korban Neni, dijambret saat jalan pulang kerumahnya usai dari pasar.

Saat kejadian, lanjut dia, awalnya ia dan warga mengira,aksi itu adalah pelaku pencurian sepeda motor. Ia melihat korban berusaha mengejar pelaku mengendarai motor Yamaha Vixion warna putih, sembari teriak “maling”. Ternyata kejadian yang ia lihat bersama warga lainnya itu, merupakan aksi penjambretan.

“Pelaku sempat dikejar dengan korban dan diteriaki maling. Jadi saya mengira itu maling motor, eh nggak taunya jambret. Pelakunya dua orang laki-laki semua,”ujarnya.

Mendengar teriakan itu, lanjut ibu yang mengenakan baju motif batik ini, saat itu juga warga berusaha membantu korban mengejar pelaku yang kabur menuju ke arah Jalan Karang Tempel, tetapi pelaku tidak terkejar dan berhasil kabur dari kejaran warga.

Malinge kabur mbuh nang endi mas, ora kekejar soale mlayu motore jan kenceng tenan (malingnya kabur nggak tahu kem ana mas, tidak terkejar soalnya lari motornya kebut sekali),” katanya dalam bahasa Jawa.

Namun ia mengaku tidak begitu mengetahui secara detail kejadian penjambretan tersebut, sehingga korban bisa dirampas ponselnya oleh para pelaku jambret tersebut.

“Persisnya kejadiannya itu saya nggak tahu, apakah korban sedang pegang ponsel karena merima panggilan sehingga pelaku dengan mudah merampas ponsel milik korban tersebut,”jelasnya.

Hal senada dikatakan beberapa warga setempat lainnya yang masih ramai berkumpul di sekitar lokasi kejadian, yang mengira kejadian itu adalah pencurian sepeda motor, melainkan aksi penjambretan.

Warga menduga, korban sudah dibuntuti pelaku mulai sejak dari Pasar, begitu ada kesempatan pelaku langsung beraksi merampas ponsel korban.

Sementara menurut salah seorang warga bernama Edy, ia merasa kaget dan terkejut adanya kejadian penjambretan tersebut. Pasalnya, selama ini belum pernah adanya kejadian pencurian di wilayah tersebut apalagi penjambretan.

“Belum pernah ada kejadian seperti ini, ya baru kali inilah ada kejadian jambret di kampung ini. Berarti sudah mulai tidak aman di wilayah Sidomulyo saat ini, karena sudah ada pelaku jambret,”ucapnya.

Dikatakannya, selama ini, biasanya aksi pelaku penjambretan tersebut terjadi di kota-kota. Justru sekarang ini, pelaku jambret sudah mulai masuk ke kampung-kampung.

Loading...