Puluhan Kali Mencopet di Bandarlampung, Sasaran Pria Ini IRT dan Pelajar

  • Bagikan
Dua tersangka copet diinterogasi di Polsek Tanjungkarang Barat.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ibarat pilot, jam terbang Hendra sudah tinggi. Ia sudah puluhan kali mencopet di Pasar Bambu Kuning dan Pasar Tengah Bandarlampung. Kali ini ia nahas: berhasil dicokok petugas kepolisian dan ditembak kakinya.

“Selain di dua pasar tradisional itu, kemungkinan ia juga beraksi di tempat lain,” kata Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono, saat ekspos kasus Selasa (13/12/2016).

Menurut Hato Agung, Hendra melakukan aksin bersama anggota komplotannya. Hendra dalam catatan kepolisian juga termasuk residivis dalam perkara yang sama beberapa tahun lalu.

“Komplotan Hendra memiliki tiga anggota. Sebelum beraksi, komplotan copet dua Hendra janjian bertemu dengan anggotanya di suatu tempat. Selanjutnya, setelah berkumpul mereka beraksi mencari target sasaran calon korbannya. Jika target korbannya sudah didapat, para tersangka berbagi peran dan mereka berjalan mengikuti korbannya dari arah belakang,”ungkapnya.

Kemudian salah satu rekan tersangka berinisial PN (DPO), kata Harto, perannya mengalihkan perhatian korban berpura-pura bertanya kepada korban. Begitu korbannya lengah, tersangka Hendra Gunawan beraksi membuka resleting tas milik korban dan mengambil barang yang ada di dalam tas tersebut.

“Barang hasil curian itu, diserahkan ke tersangka Hendra Kurniawan yang sudah menunggu dibelakangnya dengan cara dioper (estafet). Korban baru menyadari menjadi korban pencopetan, setelah tiba di tempat belanja,”terangnya.

Dikatakannya, sasaran pencopetan dua tersangka Hendra tersebut, para ibu rumah tangga, mahasiswi dan pelajar yang pergi ke pasar.

“Barang-barang yang diambil seperti, dompet, uang, telephon genggam dan barang berharga lainnya. Barang hasil curian itu dijual, dan uangnya mereka bagi rata,”jelasnya.

  • Bagikan