Beranda Pendidikan Kabar Sekolah Puluhan Pelajar dan Guru SMAN Pancajaya Mesuji Belajar Proses Kreatif di Lamban...

Puluhan Pelajar dan Guru SMAN Pancajaya Mesuji Belajar Proses Kreatif di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS

253
BERBAGI
Sastrawan Isbedy Stiawan ZS menjelaskan tentang proses kreatif kepada para siswa dan guru SMAN Pancajaya Mesuji, Sabtu pagi (18/2/2017). Foto: Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Puluhan siswa dan guru SMA Negeri Pancajaya Mesuji melakukan kunjungan edukasi ke Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, di Jl. Imam Bonjol 544 A, Kemiling, Bandarlampung, Sabtu pagi (18/2/2016). Dalam kunjungan tersebut mereka itu ingin belajar lebih banyak tentang sastra.

Mereka diterima oleh, antara lain, sastrawan Isbedy Stiawan ZS dan Syaiful Irba Tanpaka. Pada kesempatan tersebut, para siswa dan guru berdialog dengan dua sastrawan Lampung itu perihal proses kreatif di dunia sastra.

“Setiap penulis akan memilih gaya dan aliran, dan akan berbeda. Misalnya, cerpen-cerpen saya beraliran surealis sedangkan Isbedy Stiawan ZS memilih aliran realis,” kata  Syaiful Irba Tanpaka.

Menurut Syaiful, cerpen surealis meramu antara kenyataan dan tak nyata. “Sehingga berbeda denga relitas keseharian,” katanya.

Sementara pengampu Lamban Sastra Isbedy Stiawan mengatakan dalam proses kreatif menulis puisi bisa dimulai mendapatkan kalimat puitik dan ada pula dari ketertarikan terhadap tema, maupun perburuan imajinasi.

Sastrawan Syaiful Irba Tanpaka menjelaskan tentang proses kreatif.

“Tapi setiap puisi yang saya lahirkan, harus melalui koreksi atau editing, sebelum dilempar ke media massa,” kata Isbedy.

Dalam menulis puisi, jelas dia, bisa lahir pada keheningan dan keriuhan. Di kafe, di rumah, ataupun dalam perjalanan.

“Sastrawan yang baik tidak akan pernah terpaku hanya menunggu ide atau gagasan, tapi harus diburu dan mengejarnya,” kata dia.

Kunjungan wisata edukasi serangkaian Siswa Mengenal Sastawan (SMS) yang dipimpin Kepala Sekolah Muhammad Zamzari dan sejumlah guru pembimbing tersebut diikuti 40 siswa kelas XI dan XII.

Meski rasa lelah dan ngantuk, para siswa tetap antusias mendengar proses kreatif penulisan karya sastra dan lahirnya Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.

Pada kesempatan itu, Lamban Sastra menggelar bazar buku sastra. (*)