Beranda News Nasional Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada Minggu

Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada Minggu

14
BERBAGI
Penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni. (Foto: lampungchannel.com)

TERASLAMPUNG.COM —  Arus balik pemudik Lebaran 2016 dari Pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan,  menuju Pelabuhan Merak di Provinsi Banten mulai ramai sejak Sabtu (9/7). Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada Sabtu malam atau mulai Minggu dini hari (10/7). Sebab, pada Senin (11/7) para PNS dan karyawan swasta sudah mulai masuk kerja.

“Pola arus balik penyeberangan diharapkan jauh lebih sukses dibandingkan pelayanan dari arus mudik, dimana setiap lintasan utama yang dipantau telah melebihi target kenaikan trafik penumpang sebesar 5 persen,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro, Sabtu (9/7).

Secara nasional, layanan arus balik penyeberangan diprediksi akan dimulai dan mengalami peningkatan trafik mulai akhir pekan ini, terhitung dari Sabtu (9/7) atau H+2 hingga akhir pekan mendatang.

Menurut Danang, puncak arus balik penyeberangan diperkirakan akan lebih terdistribusi karena momentum libur Lebaran juga bersamaan dengan liburan anak sekolah hingga 17 Juli mendatang. Namun demikian, bagi Pegawai Negeri Sipil, karyawan BUMN, maupun swasta, sudah mulai aktif bekerja kembali pada Senin (11/7) mendatang. Karena itu, diperkirakan arus balik penyeberangan juga akan lebih terdistribusi mulai akhir pekan ini hingga pekan depan.

“Prediksinya, puncak arus balik akan terjadi Sabtu (9/7) atau H+4 dan Minggu (10/7) atau H+3 khususnya para pemudik yang akan kembali masuk kerja pada Senin (11/7) mendatang,” tutur Danang.

Danang kembali mengimbau kepada seluruh pemudik untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi arus balik Lebaran, mengingat kondisi stamina yang cenderung menurun pasca menikmati libur Lebaran di kampung halaman.

“Harus tetap jaga kesehatan, dan selalu waspada di perjalanan. Pemudik diimbau agar melakukan perjalanan ataupun penyebrangan di siang hari demi menghindari potensi antrian panjang yang kerap terjadi di malam hari karena peningkatan volume kendaraan,” tutur Danang lagi.