Penguatan Industri Kimia Hilir Disperindag Lamteng Patut Dipertanyakan

  • Bagikan
Getah karet, salah satu bagian industri hilir. (dok/ist) 

GUNUNGSUGIH,Teraslampung.com- Untuk memastikan pembangunan industri kimia hilir yang dikembangkan di Lampung Tengah tidaklah mudah. Hal disebabkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lampung Tengah terkesan menutup diri untuk dapat di konfirmasi. Padahal, untuk kegiatan bidang perindustrian pada APBD Lampung Tengah (Lamteng) tahun 2013 realisasi anggaran sebesar Rp2.537.000.461, untuk 8 program 17 kegiatan, antara lain untuk kegiatan penguatan industri kimia hilir berbasis kearifan lokal.

Bila industri kimia hilir ini benar-benar dikembangkan di Kabupaten Lampung Tengah, tentunya akan menjadi sumber investasi pada pos penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) daerah ini.

Muaranya adalah terjadi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pada kenyataannya, PAD Lamteng dalam dua tahun terakhir tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Tahun 2014 PAD Lamteng hanya sebesar Rp109.937 juta, sedang pada APBD 2015 PAD Lamteng hanya diestimasikan naik 3,54 persen atau sebesar Rp113.976 juta.

Dari 21 lingkup industri kimia hilir, belum diperoleh informasi jenis industri apa yang dikembangkan di Lampung Tengah dan menjadi perhatian serius Dinas Perindag setempat. Setidaknya, lingkup industri kimia hilir  berupa  Industri Natrium Khlorida(Garam Meja, Garam Industri, Farmasi), Industri Sabun dan Bahan Pembersih Rumah Tangga, termasuk Pasta Gigi, Industri Kosmetik, Industri Perekat/Lem, Industri Tinta, Industri Korek Api.

Selain itu: Industri Ban Luar dan Ban Dalam, Industri Vulkanisir Ban, Industri Barang-barang dari Karet untuk Keperluan Rumah Tangga, Industri Barang-barang dari Karet untuk Keperluan Industri, Industri Pipa dan Slang dari Plastik, Industri Barang Plastik Lembaran, Industri Media Rekam dari Plastik(Cakram Optik), Industri Kemasan dari Plastik, Industri Barang-barang dan Peralatan Teknik/Industri dari Plastik, Industri Barang-barang Plastik Lainnya, Industri Kaca Lembaran, Industri Kaca Pengaman, Industri Gelas, Industri Keramik, Industri Semen.

Sementara data statistik menyebutkan, sektor industri pengolahan pada lapangan usaha pupuk, kimia dan barang  dari karet, lalu lapangan usaha semen dan barang galian bukan logam, serta lapangan usaha logam dasar besi dan baja, belum memberikan peran pertumbuhan yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung Tengah.

Lapangan usaha pupuk, kimia, dan barang  dari karet hanya menyumbang  0,17 persen pada PDRB 2011,  lalu tahun 2012 turung menjadi 0.14.  Pada PDRB tahun 2011 dan  2012 lapangan usaha semen dan barang galian bukan logam, serta  logam dasar besi dan baja  masing-masing hanya mampu menyumbang 0,01 persen saja.

”Angka statistik menggambarkan adanya kegiatan sesuai lapangan usaha, terlepas ada tidaknya sentra usaha. Bisa saja data itu di ambil dari usaha yang dikembangkan oleh pengerajin di pasar,”kata sumber Teras Lampung, di Pemkab Lampung Tengah yang enggan ditulis namanya.

Bila angka statistik pada sektor industri pengolahan lebih didukung oleh data yang ambil dari usaha yang dikembangkan oleh pengerajin di pasar, maka kegiatan penguatan industri kimia hilir berbasis kearifan  lokal, menjadi salah satu program pembangunan di bidang industri, patut dipertanyakan keberadaannya. Apalagi dari 21 lingkup industri kimia hilir tersebut, belum satu pun diketahui jenis industri yang dikembangkan.


Supriyanto     

  • Bagikan