Beranda Iklan Advetorial Pupuk Mahal, Petani Mesuji Lebih Pilih Beli Obat untuk Tanamannya

Pupuk Mahal, Petani Mesuji Lebih Pilih Beli Obat untuk Tanamannya

67
BERBAGI

Mesuji : Kenaikan harga semua jenis pupuk di Kabupaten Mesuji menjadi kendala bagi petani di Bumi Ragam Begawe Caram. Untuk menghemat,sebagian petani di Mesuji lebih memilih membeli obat ketimbang pupuk.

“Kini pupuk mahal. Dari harga Ro 100 ribu menjadi Rp 116 ribu,” ujar Supardi (36) seorang petani karet kepada Tim Media Jaringan Arinal Berkarya (JAYA), Sabtu (9/12).

Dikatakan warga Kampung Mekarsari ini, kenaikan harga pupuk tidak ada alasan yang jelas, sehingga petani di Kabupaten Mesuji banyak yang mengeluh.

“Ada petani yang memilih tidak membeli pupuk karena tidak sanggup dengan kenaikan harga pupuk. Akhirnya ada petani yang hanya membeli obat, gunanya biar batang karet tidak bantat, kalau bantat nanti susah nderesnya, ” imbuhnya.

Supardi berharap nasib baik akan berpihak kepada petani. Artinya, jika harga pupuk kembali normal seperti sediakala, maka kemampuan daya beli pupuk akan terjangkau oleh petani.

“Harus ada jalan keluar mengatasi harga pupuk yang cukup memberatkan para petani. Zaman memang susah jadi tambah susah, ” kata Supardi.

Terkait nasibnya sebagai petani kecil, Supardi mengaku akan menggantungkan asa kepada Bakal Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bisa mengatasi kenaikan harga pupuk di Kabupaten Mesuji.

Mumpung ada pak Arinal di sini, mudah-mudahan dia mendengar soal ini, ” tutur Supardi.

ADVETORIAL