Putra Sulung Paryadi Apresiasi Kinerja Bupati Budi Utomo

  • Bagikan
M. Bagus Prakasa, putra sulung almarhum Paryadi, Wakil Bupati Lampung Utara terpilih dalam Pilkada tahun 2013 silam.
M. Bagus Prakasa, putra sulung almarhum Paryadi, Wakil Bupati Lampung Utara terpilih dalam Pilkada tahun 2013 silam.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Meskipun masih seumur jagung, namun kepemimpinan Bupati Budi Utomo mulai mendapat apresiasi tinggi dari sejumlah pihak. Apresiasi itu salah satunya datang dari putra sulung almarhum Paryadi, Wakil Bupati Lampung Utara terpilih dalam Pilkada tahun 2013 silam.

“Sejak menjadi Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara hingga ditetapkan sebagai bupati definitif, saya nilai beliau (Budi Utomo) perlahan – lahan membawa Lampung Utara ke luar dari keterpurukannya,” tegas M. Bagus Prakasa, putra sulung almarhum Paryadi melalui ponselnya, Minggu (6/12/2020).

Budi Utomo perlahan tapi pasti mulai menyelesaikan satu – persatu persoalan yang selama ini seolah tidak pernah dapat diselesaikan oleh pemimpin terdahulu. Persoalan yang perlahan telah diselesaikannya itu meliputi bidang ekonomi, hukum, dan politik.

Untuk bidang ekonomi dan hukum, M. Bagus Prakasa menyoroti ‎persoalan Alokasi Dana Desa, hutang dengan pihak ketiga/kontraktor tahun 2018, serta tambahan penghasilan pegawai. Seperti yang diketahui, ketiga persoalan besar itu tidak mampu diselesaikan dengan baik semasa kepemimpinan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Tiap tahunnya, ADD yang semestinya dibayarkan dan diselesaikan di tahun berjalan selalu saja dibayarkan di tahun mendatang. Pun begitu dengan persoalan hutang proyek tahun 2018. Pemerintahan sebelumnya tidak dapat membayarkan hutang itu dikarenakan belum memiliki landasan hukum. Tapi, di masa Budi Utomo persoalan itu mulai terselesaikan walaupun belum secara keseluruhan.

Setali tiga uang dengan kedua persoalan di atas, persoalan TPP juga selalu mengalami nasib yang sama. Tiap tahunnya, jarang para pejabat memperoleh TPP utuh dalam setahun. Selalu saja ada TPP yang hilang tiap tahunnya. Tahun 2018, TPP yang dibayarkan hanya selama dua bulan, sedangkan tahun 2019, TPP yang dibayarkan hanya 8 bulan.

“Tahun ini, informasinya sudah sampai sepuluh bulan yang dibayarkan,” paparnya.

Di samping itu, Bupati Budi Utomo juga membuat gebrakan baru dalam pelantikan pejabat eselon II. Mereka diwajibkan untuk menandatangani fakta integritas yang sebelumnya tidak pernah ada. Tujuannya jelas untuk mengembangkan dan memajukan Lampung Utara melalui tangan – tangan terampil dari pejabat – pejabat tersebut.

“Melalui fakta integritas itu, beliau ingin pejabat – pejabat tersebut lebih memiliki ‎kepedulian dan tanggung jawab kepada Lampung Utara,” jelas dia.

Dan yang terpenting dari semua itu adalah harmonisasi antara ‎pihak eksekutif dan legislatif. Selama ini, hubungan antar kedua lembaga itu sempat mengalami periode naik – turun. Saat ini, hubungan antar mereka semakin erat terjalin selaku unsur pemerintah daerah.

“Seluruh pembenahan dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Budi Utomo adalah bukti dari kepiawaian beliau dalam memimpin Lampung Utara. Semua itu berkat pengalaman dan kecintaannya yang besar pada Lampung Utara,” kata laki – laki kelahiran tahun ‎1989 tersebut.

Almarhum Paryadi adalah‎ Wakil Bupati Lampung Utara terpilih saat memenangi Pilkada tahun 2013 berpasangan dengan mantan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara (Abdi jilid I). Sayangnya, meski memenangi Pilkada, namun yang bersangkutan tidak pernah dilantik sebagai wakil bupati lantaran menghembuskan napas terakhirnya pada 29 Agustus 2014. Posisi Paryadi kemudian digantikan oleh Sri Widodo. Sri Widodo dilantik sebagai wakil bupati pada 24 Februari 2015 silam.

  • Bagikan