Raden Nuh “Triomacan2000” Dicokok Polisi

  • Bagikan
Raden Nuh (dok viva.co.id)

JAKARTA, Teraslampung.com — Jajaran Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap Raden Nuh, terduga admin akun Twitter @triomacan2000. Nuh ditangkap di kos-kosannya di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (2/11) dini hari tadi.  Sebelum mencokok Raden Nuh, polisi menangkap administrator lain akun Twitter tersebut, Edi Saputra, Selasa, 28 Oktober 2014.

“Raden Nuh ditangkap semalam di Tebet,” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Ajun Komisaris Besar Sandy Nugroho, Minggu (2/11).

Menurut Sandy, penangkapan Raden Nuh tersebut masih berkaitan dengan kasus pemerasan yang melibatkan Edi, salah satu komisaris media online. “

 Sandy menuturkan tempat penangkapan Raden Nuh dan Edi Saputra berbeda meski sama-sama berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Raden ditangkap di sebuah kos-kosan,” ujarnya. Sedangkan Edi ditangkap di sebuah kantor yang merangkap rumah di Tebet.

Polisi menangkap tangan Edi Syahputra yang memeras petinggi PT. Telkom. Edi Syahputra ternyata adalah pengelola Asatunews, sekaligus salah satu penjaga gawang akun @TrioMacan2000.

Dalam kasus Edi, polisi menduga dia memeras AP, bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebesar Rp 50 juta. Edi disinyalir menggunakan modus mengintimidasi AP dengan pemberitaan fitnah yang ditayangkannya di media online. Polisi menangkap Edi saat tengah menerima uang tersebut.

Administrator akun Twitter @Triomacan2000 membantah telah menerima sejumlah uang dari pejabat PT Telkom. “Maksud kami mengungkap ini adalah utk MEMBANTAH pemberitaan media2 tertentu yg tuduh kami seolah2 memeras dan menerima suap. ITU BOHONG,” tulis administrator akun yang telah berganti nama menjadi @TM2000Back itu, Kamis dinihari, 30 Oktober 2014.

Sejak beberapa tahun terakhir akun Twitter @Triomacan2000 sering membuat heboh dunia maya karea cuitannya yang sering heboh dengan sasaran para petinggi negara. Karena isi ocehan akun tersebut sering terbukti benar, sejumlah media arus utama Indonesia pun sering mengutip cuitan akun yang semula anonim itu sebagai sumber berita.

Ketika jati diri pemilik akun yang semula anonim itu belum diketahui publik, beberapa pejabat negara sempat gerah dan mengancam akan melaporkan ke polisi. Namun, ketika jati diri pemilik akun menjadi makin jelas, gertakan untuk melaporkan pemilik akun @Triomacan2000 justru surut.

B. Satriaji

  • Bagikan