Beranda News Internasional Raja Arab Saudi Tegaskan Negaranya Tidak Takut pada Para Teroris

Raja Arab Saudi Tegaskan Negaranya Tidak Takut pada Para Teroris

147
BERBAGI
Raja Salman {reuters}

TERASLAMPUNG.COM — Raja Saudi Arabia, Salman, menegaskan pihaknya tidak takut dengan aksi teror oleh para teroris. Raja Salman mengatakan negaranya akan menyerang dengan “tangan besi” para ekstrimis.

Raja Salman menilai aksi bom bunuh diri menghantam tiga kota di Arab Saudi sebagai sebuah serangan  yang terkoordinasi.

“Kami akan menyerang dengan tangan besi pada mereka yang menarget akal dan pikiran… generasi muda kami yang kami cintai,” kata Salman (80), seperti dilaporkan Reuters, dalam pidato menandai Idul Fitri 1437 H.

Raja Salman mengatakan tantangan besar yang dihadapi Arab Saudi adalah menjaga harapan bagi para pemuda yang menghadapi risiko radikalisasi.

Sebelumnya dilaporkan, empat petugas keamanan tewas pada serangan hari Senin petang waktu Arab Saudi atau Selasa dini hari WIB. Para penyerang disebut sebagaai menargetkan Konsulat Amerika Serikat, para muslim Syiah, dan pusat keamanan di masjid di Kota Suci Madinah sebgai objek serangan

Semua serangan tampak sudah diatur waktunya sehingga bertepatan mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Kepala bagian Hak Azasi Manusia PBB mendeskripsikan bom di luar masjid Nabi Muhamad di Madinah sebagai “sebuah serangan terhadap Islam itu sendiri” dan banyak umat Muslim yang kaget situs tersuci kedua mereka menjadi sasaran.

Belum ada satu grup pun yang mengaku bertanggung jawab namun militan ISIS telah melancarkan aksi bom yang mirip di sekutu AS, negara-negara kerajaan Sunni tahun lalu, menyasar kaum minoritas Syiah dan pasukan keamanan Saudi.

Zeid Ra’ad al-Hussein, Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia PBB dan anggota keluarga kerajaan Jordan, menyampaikan pidatonya melalui juru bicara di Jenewa.

“Ini adalah salah satu dari situs tersuci Islam, serangan seperti itu yang terjadi pada saat Ramadhan, bisa dianggap sebagai serangan langsung terhadap Muslim di seluruh dunia,” katanya. “Ini adalah serangan terhadap agama itu sendiri,” katanya,  seperti dilansir Reuters.

Loading...