Beranda News Anakidah Raja Keraton Agung Sejagat dari Purworejo Akhirnya Ditangkap Polisi

Raja Keraton Agung Sejagat dari Purworejo Akhirnya Ditangkap Polisi

1192
BERBAGI
Toto Santosa dan Fanni, warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamayan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap polisi dari Polda Jateng, Selasa petang (14/1/2020).
Toto Santosa dan Fanni, warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamayan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap polisi dari Polda Jateng, Selasa petang (14/1/2020). Foto: Facebook

TERASLAMPUNG.COM — Kepolisian Daerah Jawa Tengah akhirnya menangkap  Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), sepasang suami istri asal Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa petang (14/1/2020). Orang yang mengklaim sebagai raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat atau kerajaan terbesar sedunia itu di rumahnya tanpa perlawanan.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Budi Haryanto.

“Kami bawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangannya,” kata Budi Haryanto.

Selain menangkap Toto dan Fanni, polisi juga menyita barang bukti berupa berkas atau surat-surat palsu yang dicetak sendiri pelaku untuk merekrut anggota Keraton.

Keduanya ditangkap karena diduga melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Para pelaku disangkakan dengan pasal 14 UU No.1 tahun 1946 dan penipuan pasal 378 KUHP. Namun saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Masyarakat dimohon tetap tenang,” tambah Budi.

Terkait adanya dugaan makar, Budi mengaku pihaknya masih mendalaminya.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan berita di media online dan tersebarnya informasi disertai foto dan video tentang klaim Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Informasi itu membuat heboh karena mereka mengklaim sebagai penguasa sedunia pewaris Kerajaan Majapahit. Kekuaasaan mereka diakuinya hingga Pentagon, Amerika Serikat.

Penelurusan Teraslampung menunjukkan, Toto Santosa pernah berperiku nyaris serupa pada 2016 lalu di Yogyakarta. Kala itu, pada kurun 2016-2017 Toto membentuk organisasi Jogja Development Committee (Jogja DEC). Para anggotanya  dijanjikan akan mendapatkan uang 100-200 Dollar Amerika per bulan. Banyak anggota Jogja DEC yang keluar karena realisasi janji tak kunjung ada.

Sama dengan aksinya di Yogya, dalam aksinya di Purworejo Toto juga menarik iuran dari para calon “anggota kerajaan”. Para calon anggota Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo harus membayar uang seragam Rp 3 juta.

Para anggota kerajaan itu dijanjikan akan mendapatkan imbalan jika dana dari Bank Dunia kelak cair.

Dari akun Instagram milik Toto Santosa tidak ada satu pun jejak digital unggahan yang menunjukkan bahwa Toto Santosa adalah keturunan raja.

Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo termasuk daerah agraris yang sebagian penduduknya bekerja sebagai petani. Desa tersebut berada antara dua kota utama di Kabupaten Purworejo, yaitu Kota Purworejo dengan Kota Kutoarjo.

TL/A. Damar 

Loading...