Beranda Hukum Kriminal Raja Tega Ini Bunuh Anak Kandung Hanya karena Uang Study Tour

Raja Tega Ini Bunuh Anak Kandung Hanya karena Uang Study Tour

293
BERBAGI
Polisi menangkap pembunuh Delis. Pelaku ternyata ayah kandung korban. (Dadang Hermansyah/detikcom)
Polisi menangkap pembunuh Delis. Pelaku ternyata ayah kandung korban. (Dadang Hermansyah/detikcom)

TERASLAMPUNG.COM — Misteri kematian Delis Sulistina (13), siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya, yang jasadnya ditemukan di gorong-gorong depan sekolahnya, akhirnya terungkap. Mirisnya, pembunuh anak yang baru menginjak usia remaja itu tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, BR (45).

Di hadapan, polisi BR mengakui semua perbuatannya. Ayah raja tega ini mengaku membunuh buah hatinya sendiri karena khilaf.

Dalam ekspos yang digelar Polres Tasikmalaya, Kamis (27/2/2020), BR menuturkan pada Kamis (23/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB ia ditemui anaknya saat bekerja di rumah makan di Jalan Laswi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Anak saya meminta uang Rp 400 ribu, katanya mau studi tur ke Bandung. Saya tak punya uang. Kasbon Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu dari celengan di rumah,” tutur BR, yang sudah lama hidup berpisah dengan ibu kandung korban.

Dilansir detik.com, karena  uang untuk studi tur masih kurang Rp 100 ribu, anaknya terus merengek. Sehingga BR membawa anaknya ke sebuah rumah kosong bekas rumah makan. Jaraknya tak jauh dari tempat BR bekerja, sekitar 100 meter.

“Di rumah kosong itu masih merengek. Saya khilaf, karena kesal dicekik lehernya sampai lemas. Setelah itu saya tahu anak saya sudah meninggal dunia. Saya menyesal pak tidak akan mengulangi perbuatan itu,” tutur BR.

Setelah mengetahui anaknya tak bernyawa, BR memutuskan kembali bekerja sambil memikirkan cara menghilangkan jejak. Ia terpikir membawa anaknya kembali ke sekolah, sebab saat itu Delis masih mengenakan seragam pramuka dan belum pulang ke rumahnya.

“Saya membawa anak menggunakan sepeda motor. Tangannya diikat pakai kabel tv supaya tak jatuh saat dibonceng,” kata BR.

Rumah kosong ke sekolah itu berjarak tiga kilometer dengan waktu tempuh sekitar 13 menit menggunakan kendaraan. Setibanya di depan sekolah, ia melihat saluran air dan kebetulan arusnya cukup deras. Saat itu Tasikmalaya diguyur hujan deras.

Melihat gorong-gorong, BR langsung berpikir membuang mayat putrinya itu ke gorong-gorong. Aksi biadab tersebut dilakukan agar perbuatan BR menghilangkan nyawa Delis tak diketahui.

“Saya langsung memasukkannya ke gorong-gorong depan sekolahnya,” ujar BR.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengungkapkan tersangka memasukkan mayat korban ke dalam gorong-gorong untuk mengelabui perbuatannya. Pelaku berharap kematian korban itu akibat kecelakaan.

“Dimasukkan ke gorong-gorong itu agar dikira kecelakaan dan masuk ke gorong-gorong, karena pada saat itu situasi dalam keadaan hujan lebat,” ucap Anom di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (27/2/2020).

Detik.com

Loading...