Beranda Hukum Kriminal Rampas Sepeda Motor, Warga Qurniamataram Lamteng Dibekuk Polisi

Rampas Sepeda Motor, Warga Qurniamataram Lamteng Dibekuk Polisi

183
BERBAGI
Joko Waringan (21), perampas sepeda motor, di rumahnya di Kampung Qurniamataram, Seputihmataram, pada Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.00 WIB.
Joko Waringan (21), perampas sepeda motor, ditangkap polisi di rumahnya di Kampung Qurniamataram, Seputihmataram, pada Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.00 WIB.

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG TENGAH– Petugas Unit Reskrim Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah, menangkap Joko Waringan (21), perampas sepeda motor, di rumahnya di Kampung Qurniamataram, Seputihmataram, pada Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.00 WIB.

“Petugas berhasil menangkap Joko di rumahnya di Kampung Qurniamataram, Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” kata Kapolsek Seputihmataram, Iptu Setio Budi Howo, Jumat 12 Oktober 2018.

Joko ditangkap polisi setelah korban perampasan, Eko Nur Subagyo (21), warga Kampung Rejosarimataram, Seputihmataram, melaporkan perampasan sepeda motor miliknya pada 8 Oktober 2018.

Iptu Setio Budi Howo mengatakan,Joko merampas sepeda motor Honda Beat Sporty warna biru putih BE 3936 IU milik  Eko Nur Subagyo (21) di Lapangan SMPN 2 Qurniamataram, pada Sabtu 6 Oktober 2018 malam lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurutnya, awalnya ketika menggeledah rumah pelaku petugas tidak menemukan barang bukti sepeda motor milik korban. Barang bukti tersebut ternyata disembunyikan pelaku Joko di sebuah gubuk di tengah kebun yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah pelaku.

Perampasan sepeda motor terebut berawal saat Eko bersama pacarnya pergi ke Pasar Merapi untuk membeli makanan ringan dengan naik sepeda motor, pada Sabtu 6 Oktober 2018 malam lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya terlebih dulu mampir ke lapangan SMPN 2 Qurniamataram.

“Saat keduanya tengah asyik nongkrong sembari berpacaran di tempat itu, tiba-tiba didatangi Joko..

Setelah menegur keduanya, pelaku memaksa meminta uang kepada korban Eko sebesar Rp 50 ribu. Tapi korban hanya memiliki uang sebesar Rp 30 ribu.

Pelaku tidak terima dan memaksa agar korban menyerahkan kunci kontak motornya sembari mengancam korban menggunakan senjata tajam. Karena takut diancam dengan senjata tajam oleh pelaku, korban pun pasrah lalu memberikan kunci kontak.

 

Loading...