RAPBD-P Lampung Utara 2021 Diprediksi Defisit Hingga Ratusan Miliar

  • Bagikan
‎Bupati Budi Utomo menandatangani kesepakatan bersama Rancangan Perubahan KUA-PPAS Lampung Utara tahun 2021, Rabu (22/9/2021).
‎Bupati Budi Utomo menandatangani kesepakatan bersama Rancangan Perubahan KUA-PPAS Lampung Utara tahun 2021, Rabu (22/9/2021).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja ‎Daerah (RPAPBD) Lampung Utara tahun 2021 diprediksi akan kembali mengalami defisit. Bahkan, kali ini defisitnya diperkirakan naik dari Rp36.464.232.931,00‎ menjadi Rp190.952.454.248,00.

Prediksi ini diketahui berdasarkan besaran surplus atau defisit yang dilaporkan oleh Panitia Kerja Badan Anggaran tentang hasil pembahasan Rancangan Perubahan ‎Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara tahun anggaran 2021, Rabu (22/9/2021). RPKUA-PPAS sendiri merupakan landasan dalam penyusunan RPAPBD tahun 2021.

“Berdasarkan perhitungan asumsi APBD tahun anggaran 2021, pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp1.703.610.895.956,00, setelah perubahan menjadi Rp1.703. 228.126.678,00,” jelas juru bicara Panja Banggar RPKUA-PPAS tahun 2021, Nurdin Habim dalam sidang paripurna laporan hasil Panitia Kerja Badan Anggaran DPRD Lampung Utara, Rabu (22/9/2021).

Nurdin mengatakan, pendapatan daerah itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah dan pendapatan transfer. PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain – lain pendapatan asli yang sah.

Kemudian, pendapatan daerah lainnya bersumber dari pendapatan transfer. Pendapatan transfer ini terdiri pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah, serta lain – lain pendapatan daerah yang sah.

‎”PAD sebelum perubahan sebesar Rp122.197.196.326,00, dan setelah perubahan menjadi Rp117.446.397.548‎,00,” kata dia.

Sementara pendapatan transfer daerah secara keseluruhan mengalami penurunan di Perubahan APBD mendatang dari Rp1.510.161.499.630,00 menjadi Rp1.496 669.462,00 . Penurunan itu dikarenakan pendapatan transfer dari pemerintah ‎sebelum perubahan sebesar Rp1.400.580.014.000,00, namun setelah perubahan hanya sebesar Rp1.371 054 037.272,00‎.

‎”Untuk pendapatan transfer antar daerah sebelum perubahan Rp105.581.485.630,00, dan setelah perubahan menjadi Rp124.946 632 1090,00‎,” urainya.

Ia mengatakan, belanja daerah tetap akan mengalami kenaikan di perubahan APBD mendatang. Jika sebelum perubahan hanya sebesar Rp 1.740.075.128.887,00 maka setelah perubahan jumlahnya naik menjadi Rp1.894.180.580.926,00

“Lalu, surplus atau defisit sebelum‎ perubahan sebesar Rp36.464.232.931,00, dan setelah perubahan sebesar Rp190.952.454.248,00‎. Selanjutnya, pembiayaan Neto sebelum perubahan sebesar Ro36.464.232.931,00, setelah perubahan sebesar Rp190.952.454.248,00,” kata dia.

‎Di lain sisi, Bupati Budi Utomo menyebutkan, Rancangan Perubahan KUA-PPAS ini juga memuat tentang dana Pemulihan Ekonomi Nasional. Dana PEN ini merupakan respon pemerintah atas berkurangnya aktivitas masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kesepakatan ini akan menjadi landasan dalam penyusunan dokumen Rancangan Perubahan APBD tahun 2021,” jelasnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page