Beranda Teras Berita Ratu Atut Dituntut 10 Tahun Penjara

Ratu Atut Dituntut 10 Tahun Penjara

150
BERBAGI
Ratu Atut Chosiyah (dok)
R. Usman/Teraslampung.com

JAKARTA – Gubernur
Banten nonaktif, Ratu Atut Chosiyah, dituntut sepuluh tahun penjara dalam kasus
suap Pilkada Lebak Banten dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di
Jakarta, Senin (11/8). Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewajibkan Atut
membayar 250 juta rupiah subsider 5 bulan kurungan.

Atut
dituntut bersalah karena terbukti menyuap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi,
Akil Mochtar dalam meyelesaikan kasus Pilkada Lebak Banten. Atut juga dituntut
pidana pencabutan hak memilih dan dipilih dalam jabatan publik karena diduga
memberikan uang Rp1 miliar kepada mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar
sebesar Rp1 miliar.
“Atas
dasar hal tersebut, maka terdakwa dituntut dengan pidana penjara 10 tahun
dengan dendan 250 juta rupiah subsider 5 bulan kurungan,” kata jaksa Edi Sutoyo
di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin(11/8/2014).
Menanggapi
tuntutan tersebut, penasihar hukum terdakwa, TB Sukatama, menilai tuntutan
tersebut sangat berlebihan, karena tidak hanya tuntutannya tinggi tetapi juga
hak-hak pribadi kliennya dicabut.
“Sepuluh
tahun itu sangat berlebihan, nanti akan kita sampaikan di nota pembelaan,
mereka seenaknya saja mencabut hak dipilih dan memilih klien kami, tetapi
mereka tidak mempertimbangkan kesaksian Susi Tur Handayani dan Wawan sebagai
saksi kunci,” kata Sukatama, usai sidang.
Sejumlah
pendukung Ratu Atut, khususnya para perempuan sangat terkejut dengan tuntutan
tersebut, sehingga tidak bisa menahan beratnya aliran air mata mereka.

Loading...