Beranda News Ratusan Aktivis Buruh Peringati May Day di Bundaran Adipura Bandarlampung

Ratusan Aktivis Buruh Peringati May Day di Bundaran Adipura Bandarlampung

262
BERBAGI
Aksi peringatan May Day di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung, Senin (1 Mei 2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ratusan buruh dari berbagai aliansi dan elemen yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Lampung, menggelar aksi damai memperingati hari buruh internasional (May Day) di Bundaran Tugu Adipura, Senin (1/5/2017).

Massa buruh yang menggelar aksi tersebut antara lain Federasi Serikat Buruh Lampung (FSBL) yang terdiri dari buruh PT Nestle, PT Miwon, PT Philips Seafood, PT Umas Jaya dan FSP2KI.

Kemudian Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), yakni FSBKU-KSN, EW-LMND LAMPUNG, SMI, FMN, FBTPI, LBH Bandar Lampung, KPOP, FPBI, SP-SEBAY, SPRI dan BEM Unila, dan KBH Lampung.

Ratusan massa melakukan longmarch mulai dari depan Masjid Taqwa Jalan Kota Raja hingga menuju ke Bundaran Tugu Adipura Jalan Radin Intan. Selain membentangkan beberapa spanduk dan poster, massa buruh melakukan orasi serta membagikan selebaran kepada pengguna kendaraan yang melintas di jalan utama tersebut.

Spanduk ataupun poster tersebut, bertuliskan, “Tolak mediasi, ayo berunding kembali, upah layak pasti. Stop jobs distriction. Kami menolak penutupan pabrik, kami menolak PHK dan mutasi sepihak”

Koordinator aksi, Rendi dalam orasinya mengatakan, meminta pemerintah, agar memperhatikan nasib para buruh. Pasalnya, buruh memiliki peranan atau andil di dalam pembangunan dan kemajuan negeri ini.

“Kita inginkan dan meminta, nasib buruh harus diperhatikan,”ujarnya, Senin (1/5/2017).

Karena kemajuan bangsa ini, kata Rendi, tidaklain berkat kinerja dari keringat para buruh. Seperti halnya, pembangunan yang ada di setiap kota, merupakan hasil dari buah karya para buruh. Maka pemerintah, harus perhatikan nasib buruh.

“Kami menolak PP Nomor 78 tahun 2015, tentang upah buruh, upah murah, penghapusan sistem outsorching dan union busting dan menolak tenaga kerja asing ilegal,”ungkapnya.