Beranda Tekno Ratusan Grup Cabe-Cabean Menyebarkan Virus dengan Tautan Porno

Ratusan Grup Cabe-Cabean Menyebarkan Virus dengan Tautan Porno

446
BERBAGI
Ilustrasi(Mashable)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Sejak beberapa pekan terakhir ini, jagad maya terutama Facebook dihebohkan dengan beredarnya tautan (link) alamat situs porno. Siapa pun yang iseng mengeklik tautan itu akan secara otomatis terinfeksi virus (pishing). Apalagi, kalau pengeklik itu mengisi form berisi data akun Facebook dan password. Itu alamat akun Facebook si pengeklik langsung digondol mafia penjahat dunia maya.

Yang mengherankan, sangat jarang media mainstreram (arus utama) atau ahli IT yang mencoba sharing atau bertukar informasi tentang aksi pishing yang sangat masif itu.

Berbekal laporan relawan Teraslampung.com, tim IT teraslampung.com mencoba menelusuri jejak penyebar pishing itu. Ternyata, penyebar pishing kebanyakan mengarah pada grup-grup yang dimoderatori oleh orang-orang dengan nama Vietnam. Semua grup itu anggotanya gemuk. Ada yang 300 ribu, bahkan ada yang mencapai 900-an ribu.

Sebagian besar grup-grup itu melakukan duplikasi grup. Kurang ajarnya, mereka juga menyamar dengan membuat grup seolah-olah nama sebuah pondok pesantren! Padahal, jelas-jelas grup itu berisi penih tautan porno dan mengarahkan pengunjung untuk masuk ke situs-situs ‘lher’.

Virus ini memang tidak berbahaya. Namun, Anda akan dibikin stres jika tidak mengantisipasinya. Sebab, bisa-bisa ratusan grup cabe-cabean ini akan Anda ikuti tanpa Anda sadari. Dan, sialnya, yang memasukkan Anda ke grup-grup itu adalah (seolah-olah) kawan dekat Anda sendiri.

Perkembangbiakan grup-grup semacam itu tidak bisa diatassi sendiri-sendiri. Secara berjaringan para pemilik akun Facebook harus punya kesadaran untuk membersihkan akunnya dari serangan virus tersebut. Kalau ada kawan kita yang terindikasi diserang virus dengan ciri-ciri menyebarluaskan link porno, maka sebaiknya kita kasih tahu. Jangan malahan memvonis kawan kita memang hobi porno.

Penulis: Dewi Ria Angela
Editor: Mas Alina Arifin