Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Ratusan Proyek Habis Sebelum Lelang tanpa Libatkan Rekanan Lokal, Para Kontraktor di...

Ratusan Proyek Habis Sebelum Lelang tanpa Libatkan Rekanan Lokal, Para Kontraktor di Lampura Protes DPU

163
BERBAGI
Ketua Tim Serah Terima Sementara Pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) Dinas PU Lampung Utara Alian Arsil

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Santernya isu kurang diberdayakannya seluruh kontraktor asli Lampung Utara dalam pengerjaan ratusan paket proyek 2016 di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara membuat sejumlah kontraktor lokal kembali meradang.

Isu kurang diberdayakannya sejumlah kontraktor lokal ini dipicu oleh kabar telah habisnya ratusan proyek pada instansi yang menjadi “idola” para kontraktor ini telah habis “dibagi – bagi”. Ironisnya,meskipun dikabarkan proyek sudah habis, tetapi proses lelang proyek sendiri hingga kini belum digelar.

‎”Kalau dipersentasekan jumlah kontraktor lokal paling enggak sampai 10 persen saja tahun ini. Kalau seperti ini, kami merasa tak diberdayakan,” tegas Oktobi, salah seorang kontraktor lokal saat ditemui di kantor Dinas PU, Kamis (27/4).

Proyek – proyek yang dikabarkan telah didapat para kontraktor lokal itu pun, menurut Cak Tobi, sapaan akrabnya, ‎hanya proyek – proyek kecil yang dapat dikatakan tak sesuai untuk mereka. Hal ini, tegas Cak Tobi, belum pernah terjadi sebelumnya di Lampung Utara.

“Isunya, kebanyakan kontraktor asli sini hanya dikasih proyek – proyek penunjukan langsung atau PL. Jelas, nilainya sangat tak sesuai dan ini belum pernah terjadi,” sergah dia.

Ketua Tim Provisional Hand Over/PHO (Serah terima sementara pekerjaan,red) Dinas PU tahun 2015/2016, Alian Arsil membenarkan banyak kontraktor ‎lokal yang meradang akibat kabar sedikitnya kontraktor lokal yang bakal mendapat proyek. Padahal, mereka menginginkan Dinas PU memberikan memprioritaskan para kontraktor lokal ketimbang kontraktor dari luar daerah.

“Mereka (kontraktor lokal,red) hanya minta pemerataan. Karena mereka ‎merasa lebih memilik rasa tanggung jawab terhadap pembangunan dan kemajuan di daerahnya. Intinya, kontraktor di sini dulu yang diutamakan baru kontraktor dari luar (daerah),” paparnya.

Buntut kekesalan para kontraktor lokal ini, imbuh Alian lagi, sempat terjadi insiden kecil yang dilakukan seorang kontraktor di kantornya hari ini. Insiden kecil ‎ini merupakan puncak kekesalan para kontraktor terhadap ketidakjelasan proyek – proyek di Dinas PU. Selain itu, insiden ini semakin diperparah dengan tak ada satu pun para petinggi Dinas PU yang berhasil ditemui oleh rekanan tersebut guna mendapat kejelasan seputar proyek 2016.

‎”Insiden yang terjadi hari ini adalah luapan emosi sesaat kontraktor karena dia pengen ketemu tapi tak satu pun pejabat yang bisa ditemui/diihubungi,” tandas dia.

Loading...