Beranda News Pusiban Ratusan Warga Sinar Banten, Bekri, Lamteng Ikuti Sosiaisasi Aset Bersama PT KAI 

Ratusan Warga Sinar Banten, Bekri, Lamteng Ikuti Sosiaisasi Aset Bersama PT KAI 

212
BERBAGI

Lampung Tengah –Ratusan warga bantaran rel di Desa Sinar Banten, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah mengikuti sosialisasi aset yang digelar PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Rabu (12/9/2018).

Hadir dalam acara tersebut Senior Manager Penjagaan dan Pengusahaan Aset, Muh. Arif Nurul Falah, Manager Humas, dan Sapto Hartoyo,
Kepala Desa Sinar Banten, Hariyanto, serta perwakilan aparat kemanan dari TNI dan Polri wilayah setempat.

Irawati, salah satu warga yang hadir dalam sosialisasi aset PT KAI itu mengatakan, sosialisasi ini sangat penting, karena selama ini kurang mendapat informasi secara jelas tentang aset milik PT KAI, khususnya yang berada di bantaran rel kereta api.

“Ya bagus sekali diadakan sosialisasi seperti ini, karena memang kan selama ini cuma tau dari orang saja, dan entah benar atau tidak, kita belum jelas. Nah setelah dijelaskan tadi, sekarang saya sudah paham mana yang benar dan mana yang salah” ujar wanita paru baya tersebut, saat ditemui usai mengikuti kegiatan sosialisasi aset PT KAI.

Hal senada juga dikatakan oleh Mujiman, peserta dalam sosialisasi Aset PT KAI, yang dalam sesi tanya jawab meminta agar lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini, guna menciptakan komunikasi yang baik antar warga yang tinggal di bantaran rel dan pihak PT KAI.

“Ya acara ini bagus, supaya warga pada tau, dan kalo PT KAI ingin melakukan penertiban atau apapun ke warga, nantinya bisa dibicarakan secara lebih baik lagi” kata dia.

Kepala Desa Sinar Banten, Hariyadi mengucapkan terimakasih kepada PT KAI yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ini, karena selama ini

seiring adanya beberapa oknum tak bertanggung jawab, mengambil keuntungan dari warga, dengan memberikan informasi yang salah tentang lahan atau aset milik PT KAI.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo saat memberikan materi mengatakan, selain untuk memberikan informasi yang jelas kepada warga, dibuatnya acara sosialisasi ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan pihak PT KAI.

“Ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, tujuan kami menggelar acara ini bukan cuma untuk sosialisaai aset saja, tetapi juga menjalin silaturahmi dan mengajak warga yang ingin berdiskusi atau tanya jawab soal perkeretaapian” terangnya.

Senior Manager Penjagaan dan Pengusahaan Aset, Muh. Arif Nurul Falah, menjelaskan, bahwa berdasarkan peraturan pemerintah, tentang perkeretaapian, adalah suatu sistem atau tatacara supaya kereta api bisa berjalan tertib aman, dan lancar adalah 12 meter kanan dan kiri, yang terdiri tiga bagian yaitu

Ruang manfaat jalur, dari asrel 6 meter kanan dan kiri, tujuannya untuk meletakkan pondasi rel, batu, bantalan, dan saluran air, itu murni tidak boleh ada bangunan.

Ruang milik jalur (Rumija), jaraknya 6 meter dari rumah, jadi 12 kanan kiri. Tidak boleh ada bangunan dan pohon, kecuali bangunan untuk prasarana contoh bagunan perlintasan, persinyalan untuk mengatur perjalanan.

Ruang pengawasan jalur (Ruwasja), jaraknya 9 meter dari Rumija. Ruasja ini yang boleh ada bangunan, rumah toko. Kecuali di sekitar stasiun, yang terdapat ada aturannya sendiri. (rls)

Loading...