Beranda News Pers Rayakan HUT ke-23, AJI Bandarlampung Berkomitmen Jaga Indepensi dan Kemerdekaan Pers

Rayakan HUT ke-23, AJI Bandarlampung Berkomitmen Jaga Indepensi dan Kemerdekaan Pers

246
BERBAGI
Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung berkomitmen untuk menjaga indepensi dan kemerdekaan pers. Penegasan itu disampaikan Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan, pada acara syukuran peringatan HUT ke-23 AJI di Cafe Dawiels di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat, Minggu malam (27/8/2017).

Selain pemotongan kue ulang tahun, peringatan HUT AJI juga diisi dengan penyerahan Penghargaan Saidatul Fitriah, orasi budaya, baca puisi, dan pentas musik.

Padli Ramdan mengatakan AJI berdiri di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat pada  7 Agustus 1994 AJI lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru yang kala itu mewajibkan orgamisasi profesi tunggal. AJI berdiri menyusul pembredelan tiga media — DeTik, Tempo, Editor.

Di Lampung, AJI berdiri pada 31 Maret 2001. Awalnya hanya didirikan oleh belasan jurnalis dan penulis. Kini anggota AJI Bandarlampung sekitar 50 jurnalis.

“Untuk peringatan HUT AJI ke-23 ini adalah, memperingati ulang tahun AJI Indonesia. Setelah itu, beberapa jurnalis senior mendirikan AJI Bandarlampung yang pertamakali digawangi oleh Oyos Saroso HN dan AJI terus berjuang mewujudkan tripanji AJi,” kata Padli, saat menyampaikan sambutan.

Dikatakannya, selain penghargaan Saidutul Fitriah 2017, rangkaian HUT AJI ke-23 yang dilakukan pada Sabtu kemarin, yakni menggelar diskusi media dalam Pilkada dengan memilih tema “Media Kritis Pilkada Demokratis” dimana media yang baik adalah, media yang berimbang dalam memberikan informasi.

“Dalam diskusi tersebut, komisioner KPU mengemas pemberitaan pemilih yang semakin cerdas. Harapannya, idialisme dan sisi bisnisnya tidak menggerus idialisme jurnalis,”ungkapnya.

Menurut Padli, pers belum kritis dalam memberitakan rekam jejak para calon kepala daerah. Media juga harus tegas memisahkan antara iklan dan berita, sehingga tidak membingungkan pemilih.

“Pekerjaan pers, haruslah sesuai dengan kode etik jurnalistik. Saya berharap, kepada narasumber dan awak media agar bisa menempatkan kerjasama yang koperatif tanpa ada embel-embel materi didalamnya. Hal tersebut dimaksudkan, pemberitaan yang dihasilkan sesuai data dan fakta,”jelasnya.

Selanjutnya, kata jurnalis Lampung Post ini, penghargaan Saidatul Fitriah yang diberikan AJI Bandarlampung ke para jurnalis di lampung, sudah ke 10 kalinya diberikan.

“Sampai saat ini, hanya AJI yang tetap konsisten memberikan penghargaan untuk karya-karya terbaik kepada jurnalis. Teguh dan independen yang selalu AJI kedepankan,”pungkasnya.

Malam penghargaan dan puncak peringatan HUT ke-23 AJI tersebut, dimeriahkan oleh penampilan penyanyi indi, Virdas Eka Diputri atau yang dikenal dengan sebutan Holaspica, lalu pembacaan puisi yang dibawakan oleh Nadia Khalisha Bonang dan orasi budaya oleh cendekiawan Dr. Jauhari Zailani.

Selain para mantan pengurus dan keluarga besar AJI Lampung, acara tersebut juga dihadiri para jurnalis non-AJI, Ketua Ombudsman Perwakilan Lampung Nurokhman Yusuf, akademisi Unila Asrian Hendicaya, Direktur Walhi Lampung Hendrawan, Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi, Direktur Mitra Bentala Mashabi.

Hadir pula Direktur LBH Pers Hanafi Sampurna, Direktur PKBI Herdi Mansyah, Pemred duajura.co yang juga mantan Ketua AJI Bandarlampung, Juwendra Asdiansyah; Pemred jejamo.co dan mantan Sekretaris AJI Bandarlampung, Adian Saputra; seniman dongeng Ivan Bonang dan Iin Mutmainah, serta sejumlah aktivis NGO dan mahasiswa.