Beranda Seni Puisi Rayakan Sumpah Pemuda, Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS akan Gelar Baca dan...

Rayakan Sumpah Pemuda, Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS akan Gelar Baca dan Musikalisasi Puisi

181
BERBAGI
A.M. Zulqornain (almarhum)

TERASLAMPUNG.COM — Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS akan menggelar baca puisi dan musikalisasi puisi di Teater Mini PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (28/10) malam.

Malam Seni Merayakan Sumpah Pemuda dan Mengenang Sastrawan Lampung A.M. Zulqornain itu akan diisi musikalisasi puisi oleh Kosakata Unila, pembacaan puisi para penyair Lampung, pembaca puisi, aktor, dan musisi.

Ketua Lamban Sastra, Syaiful Irba Tanpaka, kegiatan ini selain memeringati Sumpah Pemuda juga mengenang wafatnya sastawan Lampung, A.M. Zulqornain Ch.

“Acara ini berkaitan peringatan Sumpah Pemuda, dan takziah wafatnya pendiri Cakrawala Ide Anak Muda (CIA) A.M. Zulqornain Ch.,” kata Syaiful yang juga pernah terlibat di CIA pada awal kelahiran.

Ditambahkannya, sastrawan yang kerap menggunakan nama Assaroeddin M.Z., dan Amzuch adalah konseptor lahirnya Sanggar CIA yang digawangi dirinya, Isbedy Stiawan ZS, Cakrawala Umar (musisi/aktor), dan Riswanto Umar.

Sementara saya, kata Syaiful, bergabung kemudian. “Awalnya, CIA singkatan dari Cakrawala, Isbedy, Assaroeddin. “Tapi berganti jadi Cakrawala Ide Anakmuda. Di CIA ada moto ‘ke dalam saling membangun, ke luar saling membela” ini hadir amat kokoh di dunia seni di Lampung,” kenang Syaiful.

Karena itu, katanya lagi, selayaknya Lamban Sastra menggelar malam kenangan bagi sastrawan kelahiran Jakarta tahun 1956 itu. Zul wafat pada 18 Oktober malam di kediamannya, Jl. R.E. Martadinata, Sukamaju, Telukbetung. Dia dimakamka keesokan hari bada zuhur.

A.M. Zuqornain, menurut Syaiful, adalah sastrawan serbabisa. Dia menulis puisi dam cerpen serius, artikel yang cerdas. Tapi ia juga bagus menulis cerpen humor dan misteris, serta puisi humor.

“Bang Amzuch tidak ingin mengkotak-kotakkan dirinya menjadi spesialis. Ia rambah semua ranah literasi,” kata Syaiful.

Masih kata dia, seingatnya Zulqornain sangat menyukai karya-karya Emily Dickinson, Di Bawah Bendera Revolusi, serta mengagumi Soeharto.

Saat ini pentolan CIA tinggal tiga, yaitu Cakrawala Umar, Isbedy Stiawan ZS, dan Syaiful Irba Tanpaka. “InsyaAllah Cakra akan hadir.pada Sabtu (28/10) malam. Mungkin akan membacakan puisi Zul atau menyanyikan. Watu pemakaman Zul, Cakra mengatakan siap datang,” jelas Syaiful.

Selain itu, “dedengkot” Teater Karang Ucok Hutasuhut yang lama menghilang dari kesenian, juga menyatakan akan hadir.

“Kami tidak menyebar undangan khusus, tapi melalui pemberitahuan di media adalah resmi sebagai jemputan kami,” harapnya.