Beranda Hukum Narkoba Razia di Lapas Kotaagung, Petugas Temukan Sabu 60,43 Gram dan Bong

Razia di Lapas Kotaagung, Petugas Temukan Sabu 60,43 Gram dan Bong

150
BERBAGI
Petugas Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Agung, saat melakukan pemeriksaaan blok kamar A5 dan C5.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS — Petugas Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotaaagung, Tanggamus, menemukan 12 paket sedang narkotika jenis sabu-sabu seberat 60,43 gram. Barang haram (sabu) itu, ditemukan petugas saat dilakukan razia di blok hunian napi, pada Selasa 23 Oktober 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kalapas Kelas II B Kotaagung, Sohibur Rachman saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa razia tersebut dilakuka, menyusul adanya indikasi masuknya barang terlarang seperti sajam, narkoba, ponsel dan lainnya ke dalam Lapas. Petugas menyisir seluruh sudut blok kamar hunian para napi, dan dilakukan penggeledahan di badan napi tanpa terkecuali.

“Saat memeriksa blok kamar A5 dan C5, petugas melihat adanya gelagat mencurigakan dari salah seorang napi penghuni kamar yang tampak gelisah saat razia itu sedang berlangsung,”ujarnya, Rabu 24 Oktober 2018.

Karena kecurigaan itu, kata Sohibur Rachman, kemudian petugas melakukan penggeledahan intensif dalam kamar yang ditempati 29 orang napi tersebut. Ternyata kecurigaan petugas benar, ditemukan 12 paket kristal bening sabu-sabu seberat 60,43 gram dari dalam sebuah tas. Kemudian ditemukan juga barang bukti lainnya, yakni seperangkat alat isap (bong), tiga unit ponsel dan lainnya.

“Setelah ditindaklanjuti, tas berisi 60,43 gram sabu-sabu tersebut milik salah satu napi bernama Sandi Iqbal dan Sandi ini divonis 6,6 tahun penjara atas kasus yang sama (narkotika),”ungkapnya.

Dikatakannya, hasil temuan itu kemudian dikoordinasikan dengan Satuan Reserse narkoba Polres Tanggamus guna ditindaklanjuti. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses perkara tersebut, ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengembangan perkaranya.

“Perkaranya sudah saya serahkan ke Polres Tanggamus, apabila nanti terbukti ada keterlibatan oknum petugas Lapas saya tidak akan melindungi. Bahkan saya sendiri yang akan menyerahkannya ke pihak kepolisian, untuk diproses hukum lebih lanjut,”terangnya.

Sementara untuk napi kepemilikan barang haram tersebut, lanjut mantan Kepala Rutan Depok, Jawa Barat ini, selain diproses secara hukum juga akan diberikan sanksi berupa pencabutan remisi serta pencabutan cuti menjelang bebas.

“Sanksi diberikan, agar dijadikan pelajaran bagi para napi lain penghuni Lapas supaya berpikir dua kali kalau mau melakukan pelanggaran,”pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus, Iptu Anton Saputra membenarkan pihaknya mengamankan seorang napi penghuni Lapas kelas II B Kota Agung, terkait kepemilikan 60,43 gram sabu, tiga pipa kaca (pirex), timbangan digital, tiga unit ponsel, satu bundel plastik klip dan 2,5 butir pil ekstasi. Pengungkapan kasus tersebut, merupakan bersih-bersih narkoba dilingkungan Lapas yang dilakukan oleh Kalapas Kelas II B Kota Agung.

“Napi yang diamankan itu adalah, Sandi Iqbal (31), warga Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Kangkung, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Pelaku Iqbal, diamankan Selasa siang kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Hasil tes urine pelaku, positif menggunakan zat metafetamine (sabu),”ungkapnya.

Dikatakannya, pelaku Iqbal merupakan Napi penghuni Lapas kelas II B Kota Agung yakni pelimpahan dari Lampung Utara, pelaku menjalani vonis hukuman selama 6,6 tahun atas keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba di Lampung Utara pada tahun 2014 silam. Saat ini pelaku telah menjalani hukuman 4 tahun penjara, 1 tahun di Lapas Lampung Utara dan 3 tahun di Lapas Kota Agung.

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Tanggamus, guna penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap darimana barang haram itu didapatkannya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”jelasnya.

Loading...