Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Razia Kendaraan, Satlantas Polres Lamteng Jaring 36 Sepeda Motor

Razia Kendaraan, Satlantas Polres Lamteng Jaring 36 Sepeda Motor

575
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TENGAH–Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Tengah (Lamteng) menggelar razia kendaraan di Simpang Empat Kota Gajah, Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, Sabtu (7/2/2020) pagi. Dalam gelar razia tersebut, petugas menjaring 36 unit kendaraan bermotor.

Pelanggaran lalu lintas yang terjaring razia tersebut, pengendara tidak menggunakan helm, tidak adanya kelengkapan kendaraan seperti spion, lampu sign, knalpot bising, tidak ada plat nomor kendaraan, tidak memiliki kelengkapan surat-surat berkendara (SIM, STNK), berbonceng lebih dari satu orang dan lainnya.

KBO Satlantas Polres Lampung Tengah, Ipda Abdul Rahman didampingi Kanit Dikyasa Satlantas, Ipda Suhendra Catur Putra saat ditemui dilokasi razia mengatakan, giat razia kendaraan yang dilakukan di Simpang Empat Kota Gajah ini, dengan tujuan untuk menertibkan pelanggar lalu lintas dan sekaligus mengedukasi masyarakat supaya patuh terhadap peraturan berlalu lintas.

“Gelar razia kendaran ini juga, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di ruas jalan Kota Gajah-Gunung Sugih, Kota Gajah-Punggur, Kota Gajah-Sukadana dan Kota Gajah-Gaya Baru,”ujarnya kepada teraslampung.com, Sabtu (7/3/2020).

Ipda Rahman menjelaskan, saat ini petugas Satlantas Polres Lampung Tengah, telah menerapkan tilang elektronik (E-Tilang). Pelanggar yang hendak membayar denda Tilang, dapat memberikan surat tilangnya kepada petugas dan petugas akan mengentri data berikut nomor ponsel dari peelanggar tersebut.

Selanjutnya, kata Ipda Rahman, petugas akan mengirimkan data itu ke server BRI. Setelah itu, BRI akan mengirimkan SMS ke nomor ponsel pelanggar (BRIVA) disertai dengan nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening di BRI setempat.

“Jadi setelah pelanggar melakukan pembayaran di BRI sesuai nomor BRIVA, baru dapat mengambil kendaraannya di Polres Lampung Tengah dengan menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan yang di tilang seperti BPKB, STNK, SIM, KTP asli dan difotokopi,”terangnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, AKP Fadil A Rohim saat dikonfirmasi teraslampung.com melalui ponselnya mengatakan, penerapan E-Tilang tersebut, selain prosesnya cepat dan juga dapat mencegah praktik pungli dan kolusi yang mungkin bisa saja dilakukan oleh Petugas dengan Pelanggar saat dilapangan.

“Pembayaran tilang secara elektronik tersebut mempermudah pelanggar, sebab tidak perlu lagi hadir di persidangan sehingga proses penegakan hukum bisa berjalan lebih transparan dan cepat.”ungkapnya.

Keunggulan lainnya melalui E-Tilang, kata AKP Fadil A Rohim, bisa diakses pelanggar di mana saja untuk mengetahui kisaran denda tilang (maksimal), lokasi pelanggaran, lokasi sidang (kejaksaaan), petugas penindak dan lainnya.

“Pelanggar bisa melakukan cek online-nya, di situs web E-Tilang yang terhubung dengan jaringan internet,”terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan razia rutin kendaran secara berkesinambungan diseluruh wilayah hukum Polres Lampung Tengah. Selain untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam tertib berlalu lintas, juga untuk mengantisipasi beredarnya kendaraan yang tidak memiliki surat (bodong) hasil tindak pidana beredar di wilayah Lampung Tengah.

“Pada gelar razia yang dilakukan hari ini, ada sekitar 36 pelanggar yang terjaring razia. Rinciannya, pelanggar tidak mempergunakan Helm, tidak ada spion, kendaraan tidak sesuai standar dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan,”pungkasnya.

Loading...