Razia Narkoba, 11 Tamu Karaoke Direhabilitasi, Empat Dipidana

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Razia BNN Lampung ditempat karaoke di Bandarlampung, Minggu(16/11).Foto: Teraslampunf/Zaenal Asikin 

BANDARLAMPUNG-Sebanyak 14 pengunjung yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan eksatsi yang terjaring razia Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, pada Minggu (16/11) dinihari. Empat di antaranya diproses hukum, sedangkan sisanya akan direhabilitasi dan dikenakan wajib lapor.

“Empat orang itu yakni Darkawi warga Bandarlampung dan Jepriyanto warga Yogyakarta serta dua teman wanitanya. Karena memang selain positif menggunakan narkoba, ditemukan juga dua paket kecil sabu dan 7 butir pil ekstasi dan satu bong (alat isap) dalam ruangan,” kata salah satu penyidik BNNP kepada teraslampung.com yang enggan disebutkan namanya, Senin (17/11).

Menurutnya, keempat tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal 112 dan 127 tentang narkotika. Namun, ia menjelaskan bahwa keempat tersangka itu bukanlah pengedar. “Dari hasil pemeriksaan kami, mereka itu hanya pemakai bukan pengedar atau bandar. Dan mereka memang harus diproses hukum, berbeda dengan yang ke-10 orang itu,” jelasnya.

Dijelaskannya dalam ketentuan pasal 112 menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Sedangkan dalam pasal 127 yakni setiap penyalahguna narkotika Golongan I,II dan II bagi sendiri dipidana paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun penjara. “Dalam hal Penyalah Guna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban penyalahgunaan Narkotika, Penyalah Guna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial,” kata dia.

Ia mengaku, hari ini pihaknya telah membawa ke-10 pengunjung tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk direhabilitasi. “Mereka akan direhab dan akan dikenakan wajib lapor. Karena wajib lapor diartikan sebagai kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial,” paparnya.

Untuk keempat tersangka, pihaknya masih menahan untuk mendalami darimana asal narkoba jenis sabu dan pil ekstasi tersebut. “Masih kami periksa, mereka tidak kami rehab karena ada barang bukti itu yang kami temukan,” jelasnya.

  • Bagikan