Beranda Hukum Narkoba Razia di Lapas Kotaagung, 7 Napi Diamankan karena Konsumsi Sabu

Razia di Lapas Kotaagung, 7 Napi Diamankan karena Konsumsi Sabu

758
BERBAGI
Tujuh napi penghuni Lapas Kelas II B Kota Agung terlibat penyalahgunaan narkotika, saat diamankan tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus dan Polisi Khusus Lapas (Polsuspas). (Foto: Humas Polres Tanggamus)
Tujuh napi penghuni Lapas Kelas II B Kota Agung terlibat penyalahgunaan narkotika, saat diamankan tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus dan Polisi Khusus Lapas (Polsuspas). (Foto: Humas Polres Tanggamus)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

KOTAAGUNG — Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus bersama Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) mengamankan tujuh warga binaan (napi) penghuni Lapas Kelas II B Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Para napi yang diamankan tersebut adalah, Mirta Yudi (35), warga Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara; Andi Haryanto (38), warga Pekon Ngison, Kecamatan Pagelaran, Andi Sudjatmiko (33), warga Desa Gedongtaaan, Pesawaran. Ketiganya, merupakan napi perkara narkotika.

Zulfiter (39), warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan; Riyan Afrizal (20), warga Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Keduanya, merupakan napi perkara pencurian dengan kekerasan (curas).

Selanjutnya, Hermanto (32), warga Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus,  dan Aldi Cahyadi (29), warga Pekon Ganjaran, Kecamatan Pagelaran. Keduanya, napi perkara pencurian dengan pemberatan (curat).

Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus, AKP Hendra Gunawan, mengatakan ketujuh napi tersebut diamankan setelah pihaknya bersama Posuspas Lapas Kotaagung melakukan razia di dalam Lapas pada Senin (9/3/2020) lalu sekitar pukul 08.30 WIB.

“Napi yang diamankan ini  karena mereka menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Dari 7 napi yang diamankan, 3 napi perkara narkotika, 2 napi lagi perkara curas,  dan 2 napi lainnya perkara curat,”ujarnya kepada Teraslampung.com, Rabu (11/3/2020).

Saat dilakukan razia, kata AKP Hendra Gunawan, petugas pertama mengamankan satu orang napi bernama Aldi Cahyadi di kamar No E1. Kemudian enam orang napi lainnya yang berada di kamar B III Lapas Kelas II B Kota Agung, Tanggamus.

Barang bukti yang disita polisi antara lain  alat isap (bong), sisa pakai sabu, pipa kaca (pireks) yang masih terapat residu sabu dan barang bukti lainnya.

“Dari tangan napi Aldi di Kamar E1 disita satu buah pipa kaca (pireks) bekas pakai sabu, alat isap (bong) dan satu bungkus rokok Sampoerna Mild. Sementara di Kamar B III, disita satu buah pipa kaca (pireks) bekas pakai sabu, satu buah sumbu, tutup botol berlubang dua, tiga pipet (sedotan) plastik dan satu botol mineral,”bebernya.

AKP Hendra Gunawan mengutarakan, razia dalam Lapas yang dilakukannya, merupakan tindaklanjut kerjasama dalam pemberantasan narkotika di lingkungan Lapas antara Polres Tanggamus dan Lapas Kelas II B Kota Agung. Kegiatan razia tersebut, akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memastikan para penyalahguna narkoba di dilingkungan Lapas benar-benar terhenti.

“Jadi gelar razia dalam lingkungan Lapas ini sebagai langkah awal, kedepannya akan terus dilakukan razia sehingga warga binaan Lapas terhenti dan bersih dari penyalahgunaan narkoba,”terangnya.

Dikatakannya, tujuh napi yang diamankan sudah dilakukan tes urine menggunakan alat tiga jenis tester untuk memastikan mereka (napi) mengonsumsi narkoba. Hasilnya, urine dari tujuh napi tersebut positif mengandung metafetamin atau kandungan narkotika jenis sabu. Sementara untuk narkotika jenis ganja, ekstasi atau obat-obatan lainnya tidak terdeteksi.

“Hasil tes urinnya positif mengandung narkotika jenis sabu-sabu. Setelah dilakukan pemeriksaan, para napi itu sudah kita kembalikan lagi ke Lapas Kota Agung. Mereka dijerat Pasal 112 dan 127 UU RI No 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun,”pungkasnya.

Saat disinggung dari mana napi tersebut mendapatkan sabu-sabu, AKP Hendra Gunawan mengatakan masuknya barang haram (narkotika) di dalam Lapas tidak ada kaitannya dengan kecerobohan maupun keterlibatan pegawai Lapas. Sebab, seluruh pegawa Lapas telah menandatangani komitmen bersama dalam pemberantasan narkoba. Selain itu juga, dikuatkan dari hasil pemeriksaan ke tujuh napi tersebut.

“Dari keterangan ke tujuh napi tersebut, mengaku mengkonsumsi sabu. Tapi sabu itu milik siapa dan darimana mendapatkannya, mereka (napi) masih belum mengaku,”ujarnya.

Namun, pihaknya masih terus menyelidiki dari mana asal masuknya sabu ke dalam Lapas. Dugaan sementara, sabu tersebut di lempar dari luar kamar lapas oleh penyedia barang narkoba melalui tembok Lapas. Modus seperti itu pernah terjadi pada Sabtu (25/1/2020) lalu sekitar pukul 12.45 WIB.

“Pada Januari 2020 pernah ada temuan narkoba jenis sabu seberat 19,3 gram yang dimasukkan ke dalam bola tenis warna hijau. Di dalam bola tenis itu berisi 3 plastik klip berisi sabu dan 16 plastik klip kosong. Narkoba itu dilemparkan melalui tembok Lapas,”kata dia.

Sementara Kalapas Kelas II B Kota Agung, Tanggamus, Beni Nurrahman saat dikonfirmasi mengatakan, pengungkapan penyalahgunaan narkoba tersebut, merupakan giat razia terencana dan terukur yang dilakukan pihaknya dengan menggandeng Polres Tanggamus.

“Giat razia ini sebagai bentuk sinergitas kami, dan khususnya Polsuspas bersama Polres Tanggamus untuk menimalisir penyelahgunaan narkoba di dalam Lapas. Temuan hasil razia, pastinya ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Menurutnya, giat razia tersebut, merupakan agenda rutin yang dilakukan pihaknya. Namun, yang sudah dipetakan sebelumnya, agar Lapas benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kepada para petugas, sudah saya ingatkan untuk selalu menjaga kondisi keamanan di dalam Lapas dan tidak melakukan pelanggaran. Siapapun yang terbukti melanggar, secara tegas dan tanpa ampun akan saya tindak,”pungkasnya.

Loading...