Beranda News Kesehatan Rebusan Ketumbar Bisa Merontokkan Lemak Pembuluh Darah?

Rebusan Ketumbar Bisa Merontokkan Lemak Pembuluh Darah?

21743
BERBAGI
Dr. Handrawan Nadesul (Foto: Caecilia Ranie)

Oleh: Dr. Handrawan Nadesul

Hari Minggu 14 Juli kemarin saya diundang menyampaikan seminar di Paguyuban St Nikodemus Ciputat Jakarta. Tanpa terasa seminar berlangsung nyaris 4 jam, saking asyiknya terus bicara nonstop. Peserta sekitar 160-an tetap bertahan duduk manis hingga akhir, menyimak, dan saya bersemangat melihat respons peserta demikian bergairah bukan saja tekun mendengarkan melainkan juga banyak bertanya. Suasana seminar menjadi hidup.

Satu pertanyaan yang perlu diangkat karena ini mewakili banyak anggapan salah dalam masyarakat, yakni apakah benar rebusan ketumbar bisa merontokkan tumpukan lemak pembuluh darah jantung? Saya langsung memotong, tidak benar.

Tidak ada cara mudah untuk menyembuhkan, apalagi hanya sekadar sebuah bahan. Apalagi untuk sesuatu yang dunia medis sendiri belum menemukan cara menghilangkannya, yakni tumpukan lemak atau plaque yang menyumbat pembuluh darah koroner jantung, penyebab terjadinya serangan jantung koroner. Kalau benar ada yang mengkalim bisa meluruhkan tumpukan lemak, tentu berhak mendapatkan Nobel kedokteran.

Tumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, koroner jantung salah satunya, belum ada obat yang bisa meluruhkannya, kecuali dengan cara mengeroknya. Pembuluh darah leher carotid yang lebih di permukaan sehingga lebih mudah dijangkau, masih memungkinkan untuk mengeroknya, dan itu sudah dilakukan dengan cara endarterectomy. Tumpukan lemak pada pembuluh ini yang menjadi sumber terjadinya stroke bila ada butiran lemak yang lepas lalu terhanyut menuju pembuluh darah otak, dan menyumbat di sana. Maka bagi mereka yang berisiko stroke, yakni antara lain yang hipertensi, diabetik, lemak darahnya tinggi, perlu diperiksa untuk melihat sudah adakah kerak lemak di situ.

Tumpukan lemak dinding pembuluh darah dalam dunia medis sudah berbagai cara dilakukan, termasuk chelation therapy, yakni memberikan infus obat tertentu yang diharapkan kerak lemak bisa rontok, nyatanya masih belum membuahkan hasil.

Lebih penting bukan berkutat mengatasi yang masih kontroversial di dunia medis itu, yang harus dilakukan terutama oleh mereka yang berisiko pembuluhnya berkerak lemak, ialah mencegah agar itu tidak perlu terjadi. Caranya, semua faktor risiko terbentuknya plaque dicegah.

Ada sekurangnya 10 faktor risiko, selain hipertensi, diabetik, kegemukan dikendalikan, kebiasaan merokok, kurang gerak dilawan, radikal bebas ditekan, stres dikendurkan, asam urat dikontrol, kekentalan darah dinormalkan, dan kekurangan vitamin mineral yang berpengaruh terhadap pembentukan kerak lemak ditambahkan. Hanya dengan cara itu proses pembentukan plaque yang perlu waktu puluhan tahun itu bisa dihentikan, sehingga serangan jantung koroner tidak perlu terjadi. Sesungguhnya kita punya waktu dua-tiga puluh tahun peluang untuk menghentikan proses penyumbatan koroner itu, sehingga serangan jantung koroner yang mungkin terjadi pada hari ini, tidak harus terjadi.

Loading...