Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Rehabilitasi Kantor SMKN 1 Kotabumi Tanpa Disertai Papan Informasi Proyek

Rehabilitasi Kantor SMKN 1 Kotabumi Tanpa Disertai Papan Informasi Proyek

1256
BERBAGI
Pembangunan rehab kantor SMK N I Kotabumi yang tidak dilengkapi papan nama proyek.

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI—Proyek rehab gedung kantor SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara (Lampura) yang tengah dikerjakan, ternyata tanpa dilengkapi papan nama proyek. Padahal, papan nama proyek yang memuat informasi penting seperti sumber dana dan batas waktu pengerjaan termasuk informasi yang penting diketahui publik. Melalui papan nama tersebut masyarakat dapat mengawasi kualitas pekerjaan.

Keterbukaan informasi publik ini diatur dalam Undang – Undang nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Wah, kami enggak tahu mas itu kerjaan apa. Tahu – tahu sudah dibangun seperti itu,” kata salah seorang warga sekitar yang keberatan disebutkan namanya, Senin (16/2).

Salah seorang penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat di Lampura yang juga keberatan namanya disebutkan, menduga bahwa sumber dana proyek rehab kantor itu berasal dari Pemerintah pusat. Bahkan, dirinya mengaku tengah mendalami persoalan proyek tersebut sejak beberapa minggu terakhir. Sebab, dirinya mengendus aroma tidak beres dalam pengerjaan rehab itu yang mulai dikerjakan sekitar bulan November 2014 silam itu.

Kecurigaan pihaknya berawal dari tidak dipasangnya papan nama proyek rehab kantor tersebut. Dirinya mensinyalir pihak sekolah sengaja tidak memasang papan nama itu agar masyarakat tidak dapat melakukan pengawasan atas pekerjaan rehab dimaksud.

“Silakan lihat sendiri apakah ada plang proyek di sana (SMKN I). Jadi, enggak salah kan kalau kita menduga ada yang enggak beres dalam proyek itu,” papar dia.

Menyikapi keluhan terkait plang proyek di sekolahnya, Kepala SMKN I Kotabumi, Zainal Abidin berdalih bahwa pemasangan plang nama proyek itu bukan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Menurut dia, dalam Petunjuk Teknis pembangunan rehab tidak  mewajibkan pihaknya untuk memasang plang.

“Memang belum dipasang plangnya. Tapi kalau ada yang tanya soal proyek ini, saya akan jelaskan semuanya,” kelit dia.

Zainal memaparkan, proyek rehab kantor yang tengah dikerjakan yang bersumber dari dana bantuan sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini menelan anggaran sebesar Rp1.004.300.000. Rehab gedung ini juga menerapkan sistem swakelola yang melibatkan elemen terkait dalam sekolah.

Adapun ruang kantor yang direhab itu yakni ruang kepala sekolah, ruang Tata Usaha, serta ruang multimedia. “Batas waktu pengerjaannya 365 hari atau 1 tahun terhitung sejak November 2014 lalu,” urainya.

Masih menurut Zainal, bantuan ini diberikan karena SMK N 1 Kotabumi ditetapkan sebagai sekolah rujukan (percontohan). Dimana salah satu unsur sekolah rujukan itu yakni baiknya sarana dan prasarana sekolah khususnya kantor. “Salah satu unsur sekolah rujukan itu ialah baiknya kantor sekolah,” katanya.