Beranda Hukum Kriminal Rekonstruksi, Begini Cara Hendrik Menghabisi Nyawa Istrinya

Rekonstruksi, Begini Cara Hendrik Menghabisi Nyawa Istrinya

853
BERBAGI
Tersangka Hendrik Dromiko saat memukul istrinya Santi dengan batu pada gelar rekontruksi, Senin (12/10/2015).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung bersama Polsekta Panjang menggelar rekontruksi pembunuhan tersangka Hendrik Dromiko alias Dede (37) terhadap istriya Santi Fitri (29), Senin (12/10) sekitar pukul 10.00. Pada gelar rekontruksi tersebut, ada 32 adegan yang diperagakan tersangka Hendrik.

Pantauan teraslampung.com dilokasi kejadian, ratusan warga masyarakat sekitar yang mayoritas dipenuhi para ibu rumah tangga, tampak ramai berkerumun ingin melihat secara langsung tersangka Hendrik yang telah tega membunuh istrinya sendiri Santi Fitri dengan kejam.

Baca: Warga Ketapang Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan

Puluhan petugas kepolisian bersenjata lengkap diturunkan, untuk melakukan pengamanan dilokasi kejadian perkara pada saat dilakukan gelar rekontruksi pembunuhan yang menghadirkan tersangka Hendrik Dromiko. Selain petugas dari Satreskrim Polresta Bandarlampung dan Polsekta Panjang, tampak hadir dua orang jaksa dalam gelar rekontruksi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pada gelar rekontruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka Hendrik Dromiko alias dede terhadap korban Santi Fitri yang tak lain adalah istri tersangka sendiri, ada sekitar 32 adegan yang diperagakan
tersangka dalam rekontruksi tersebut.

Baca: Dihantam Batu, Kepala Korban Terpelintir ke Belakang

Rekonstruksi: adegan ke-20 hingga 30 menunjukkan cara Hendrik membunuh istrinya sendiri. Pemukulan dengan batu beberapa kali itu menyebabkan korban tewas dengan kepala terpelintir ke belakang.

“Dari ke 32 adegan rekontruksi pembunuhan Santi, adegan intinya terjadi pada adegan yang ke 20 sampai ke 25 tersangka Hendrik menghabisi nyawa Santi istrinya sendiri,”kata Dery kepada wartawan di lokasi gelar rekontruksi, Senin (12/10).

Dery memaparkan, pada adegan inti tersebut, setelah tersangka menarik tangan korban hingga korban terjatuh kebawah jurang atau tebing dekat perlintasan rel kreta api. Tersangka memukul kepala belakang korban pakai batu sebanyak satu kali, kepala korban juga diplintir dengan tersangka.

Korban yang sudah terkapar dan tidak berdaya lagi, lanjut Dery, tersangka Hendrik membalikkan badan korban dan menghantamkan batu ke muka korban sebanyak tiga kali.

“Saat menghantam muka korban dengan batu, Hendrik menjambak rambut korban dan menduduki perutnya. Setelah itu tersangka mengangkat tubuh korban, melamparnya tidak jauh dari tersangka memukuli korban dengan batu,”papar Dery.

Mantan Kapolsek Natar, Lampung Selatan ini mengutarakan, pada gelar rekontruksi pembunuhan ini, pihaknya menduga adanya perencanaan pembunuhan sebelumnya yang dilakukan tersangka terhadap korban Santi.

“Hal itu terlihat pada adegan ke 14, perencanaan itu adalah adanya keinginan tersangka Hendrik untuk membawa Santi istrinya keluar dari rumah. Lalu tersangka melihat lokasi TKP, apakah aman atau tidak untuk menghabisi nyawa Santi,”terangnya.

Baca: Diduga Membunuh Istrinya, Suami Santi Ditangkap

Terkait pasal yang  disangkakan untuk tersangka, Dery mengaku pihaknya akan berkordinasi kembali dengan kejaksaan. “Gelar rekontruksi ini, kami juga mengundang jaksa. Apakah tersangka akan dijerat pasal perencanaan atau tidak, ya kita lihat nanti,”tandasnya.

Gelar rekonstruksi: Santi tewas setelah kepalanya dipukul Hendrik dengan batu.

Jasad korban ditemukan oleh warga sekitara, di tebing curam sedalam 20 meter dengan posisi telungkup di pingiran Jalan Soekarno Hatta (Jalan Trans Sumatera/By Pas) Bandarlampung dekat perlintasan rel kereta api) yang tidak jauh dari rumahnya, Minggu (20/9/2015) sekitar pukul 07.00 WIB.Santi Fitri (29) warga Kampung Lubuk RT 04 LK 01, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, ditemukan tewas mengenaskan dengan luka cukup parah dibagian kepala dan wajahnya.

Korban diduga dibunuh oleh suaminya sendiri bernama Hendrik Dromiko alias Dede. Selang beberapa jam melakukan pembunuhan terhadap Santi, tersangka Hendrik yang berusaha kabur untuk bersembunyi ke daerah Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Tersangka lalu menyerahkan diri ke Mapolsek Natar Lampung Selatan, Minggu (20/9) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Warga Berteriak agar Pelaku Dibakar