Beranda Hukum Kriminal Rekonstruksi, Ini Peristiwa yang Terjadi di Balik Penemuan Mayat di Desa Kamplas...

Rekonstruksi, Ini Peristiwa yang Terjadi di Balik Penemuan Mayat di Desa Kamplas Lampung Utara

1718
BERBAGI
Adegan - adegan pembunuhan yang dilakukan Ri dalam rekonstruksi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi —  Tertangkapnya Ri (17), warga Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, terkait pembunuhan Ui alias Al (17) warga Desa Pekurun, Kecamatan Abung Barat, meguak misteri mayat anonim yang ditemukn di Kamplas pada 22 Maret 2017 lalu.

Mayat anonim yang ditemukan tergeletak di Desa Kamplas, Abung Barat, Lampung Utara  dua pekan silam ternyata adalah Ui alias Al. Hasil pemeriksaan terhadap tersangka Ri, polisi mendapatkan fakta mengejutkan: Ri mengaku membunuh Ui alias Al karena korban hendak merampas sepeda motor Honda Beat miliknya. Kepada polosi Ri mengaku golok yang digunakan untuk membunuh korban bukanlah miliknya, tetapi milik Al.

Pada Rabu (5/4//2017) Polres Lampung Utara dan Polrsek Abung Barat pun menggelar rekonstruksi kasus tersebut di saluran irigasi Way Rarem.

Ada 19 adegan rekonstruksi. Beberapa di antaranya menggambarkan proses awal tersangka dan korban bertemu hingga terjadi peristiwa tragis tersebut.

Sebelum pembunuhan terjadi, korban yang memang tak saling kenal ini menumpang kendaraan yang dikendarai tersangka. Itu terjadi setelah korban menghentikan sepeda motor tersangka. Dengan alasan sepeda motornya bannya pecah,  korban menumpang sepeda motor yang dikendarai tersangka untuk diantar ke  suatu tempat. Tanpa merasa curiga, tersangka pun memboncengkan korban.

BACA: Mayat Pria Tanda Identitas Ditemukan di Desa Kamplas Lampung Utara

Setibanya di sekitar lokasi penemuan mayat, korban menyuruh tersangka turun dari motornya. Setelah kendaraan berhenti, korban pun berusaha membacok tersangka dengan golok miliknya. Beruntung, tersangka berhasil mengelak.

Mengetahui sabetannya tak mengenai sasaran, korban langsung berusaha menaiki sepeda motor tersangka untuk dibawa kabur.

Melihat kuda besinya hendak dilarikan korban, spontan tersangka langsung mendekap tubuh korban dari belakang sehingga sepeda motor pun oleng dan akhirnya terjatuh. Saat terjatuh, golok yang dipegang korban terlepas. Naluri mempertahankan diri tersangka pun menuntun tersangka mengambil golok tersebut.

Tanpa pikir panjang, tersangka mengayunkan goloknya ke korban sehingga membuat korban sempoyongan. Meski terluka, korban masih berusaha menyelamatkan diri dengan berusaha menjauh dari tersangka. Namun, rupanya, emosi tersangka telah mencapai puncaknya sehingga dengam kesetanan tersangka mengayunkan goloknya ke arah korban. Mendapat sabetan golok bertubi – tubi, tak pelak, korban pun akhirnya menghembuskan napas di lokasi.

Usai rekonstruksi, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres, Supriyanto Husin mengatakan, hasil rekonstruksi menjelaskan bahwa motif pembunuhan yang dilakukan tersangka karena tersangka berusaha mempertahankan motor miliknya. Saat itu, korban mencoba merampas motor miliknya.

“Tersangka melakukannya seorang diri. Dua hari setelah jenazah ditemukan, tersangka Ri menyerahkan diri,” terangnya.

Di sisi lain, tersangka Ri mengaku menyesali semua perbuatannya yang telah menghabisi nyawa korban. Penyesalan inilah yang membuatnya menyerahkan diri ke aparat penegak hukum.

“Saya nyesel. Setelah ngebunuh, saya selalu dibayangi ketakutan, tidur pun enggak tenang. Akhirnya, saya menyerahkan diri,” kata dia.

Sebelumnya, warga Desa Kamplas, Abung Barat, Lampung Utara, Jumat‎ (24/3/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki – laki tanpa identitas yang tergeletak di lapangan. Kuat dugaan, jenazah tersebut korban pembunuhan lantaran terdapat luka robek akibat senjata tajam di kepala dan perutnya.

Loading...