Beranda Politik Rekrutmen PPK di Lampung Utara Diduga Sarat ‘Permainan’

Rekrutmen PPK di Lampung Utara Diduga Sarat ‘Permainan’

939
BERBAGI

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Sejumlah calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang gagal lolos menuding perekrutan PPK yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Lampung Utara (KPU Lampura) syarat permainan.

“Saya kira perekrutan PPK kali ini kental dengan aroma permainan karena hasil tes tertulis saya ini sama sekali tak dapat membuat saya lolos saat tes wawancara. Padahal, saya ini peringkat satu loh untuk calon PPK dari Kecamatan Abung Timur,” tegas Derry Husriyadi, calon anggota PPK Abung Timur yang gagal lolos tes wawancara, Minggu (5/11/2017).

‎Seyogianya, menurut Derry, panitia perekrutan PPK menggabungkan nilai hasil tes tertulis dan hasil tes wawancara untuk menentukan siapa calon anggota PPK yang paling layak untuk terpilih. Namun, kenyataannya, panitia terkesan hanya mengutamakan tes wawancara ketimbang menggabungkan hasil kedua tes tersebut.

“Kalau memang tes wawancara itu yang paling menentukan, lantas buat apa diadakan tes tertulis. yang benar itu, mestinya panitia menggabungkan hasil tes tertulis dan wawancara agar yang terpilih memang benar – benar mumpuni,” kata dia.

‎Keyakinan Derry sendiri terkait adanya dugaan permainan dalam perekrutan ini didasari atas materi – materi pertanyaan yang diberikan anggota KPU, Tedy Yunada saat mengujinya. Saat itu, pertanyaan yang dilontarkan padanya mampu ia jawab dengan baik.

“Pertanyaannya hanya tentang motivasi apa saya mendaftar sebagai PPK, lalu soal pemilih ganda di DPT (Daftar Pemilih Tetap) serta tentang sudah berapa kali daftar PPK. Jadi, saya heran kenapa saya bisa enggak lolos tes wawancara‎,” tandasnya.

Kritikan sama juga dikatakan oleh Andi Saputra, calon anggota PPK Kecamatan Sungkai Tengah yang gagal‎ lolos tes wawancara. Sama seperti Derry, hasil tes tertulis Andi pun menempati peringkat pertama.

‎”Hasil tes wawancara saya anggap nggak adil pak. Buat apa mereka (KPUD, Red) mengadakan tes tertulis kalau yang menentukan lolos atau tidaknya calon anggota hanya pada tes wawancara,” keluh dia.

Di lain sisi, Ketua KPU Lampura, Marthon menuturkan, sistem penilaian pada tes wawancara tak hanya melulu pada kemampuan calon anggota dalam menjawab materi pertanyaan tapi juga pada sikap, kepribadian, pemikiran dan lainnya. Selain itu, para calon anggota terpilih juga harus dapat dipastikan mampu bekerja sama dengan baik dengan KPU.

‎Adapun tudingan miring seperti yang disampaikan oleh Derry dan Andi, menurut Marthon, merupakan sesuatu yang dapat dimaklumi karena mereka kecewa gagal terpilih sebagai anggota PPK. Ia berharap, para calon anggota yang tak terpilih tidak lekas berputus asa karena masih ada kesempatan untuk kembali mendaftar sebagai calon anggota ‎PPK untuk Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.

“Saya harap mereka tidak putus asa karena dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres, kami akan kembali melakukan rekrutmen lagi untuk PPK,” harapnya.

Loading...